Rumah Impian, Dibangun dengan Keberkahan

rumah impian dibangun dengan keberkahan

Kami sering memanfaatkan saat-saat dalam perjalanan untuk menceritakan banyak hal, berbagi ide, atau sekadar berbicara hal ringan seputar keluarga kecil kami.

Suatu hari dalam perjalanan menuju rumah, kami melewati kawasan rumah elit yang desain rumahnya sangat bagus… tak ayal perbincangan kami pun menyinggung tentang rumah impian yang ingin kami bangun bersama. Obrolan pun mengalir..Desain-Rumah-Kayu-Minimalis-Modern

Kakang dengan penuh semangat menggambarkan suasana rumah yang memiliki area khusus untuk berbagi ilmu dengan warga sekitar. Saya tak kalah semangat menyampaikan tentang hunian yang ramah anak dan menjadi tempat paling nyaman bagi keluarga untuk belajar dan bertumbuh bersama. Merancang impian memang menyenangkan karena yang terbayang saat itu adalah kondisi ideal dari sesuatu yang kita harapkan, pada kenyataanya akan banyak sekali tantangan yang harus kita jalani sebelum mencapai harapan tersebut bukan?

Saat sedang seru-serunya berdiskusi, saya pun bertanya pada suami , “Bagaimana cara kita mendapatkan rumah idaman itu?” Jika diukur dengan keadaan saat ini memiliki rumah dalam waktu dekat masih menjadi sesuatu yang mustahil bagi kami, tapi siapa tahu..saya selalu meyakini akan ada campur tangan Allah yang mengiringi setiap ikhtiar kami.

“Neng, dari semua impian yang kita diskusikan tadi, ada satu hal yang harus selalu kita utamakan ya, keberkahan dari Allah. Dan kakang yakin bahwa keberkahan itu akan kita dapat salah satunya dengan berusaha melakukan cara yang benar untuk mendapatkan sesuatu. Kita harus saling menguatkan ya neng..Kakang gak mau terlibat riba saat membangun rumah kita nanti. “

“Tapi Kakang, temen ada lho yang pinjam uangnya dari bank syariah buat beli rumah, boleh ko katanya kalau dari bank syariah lebih sedikit madharatnya dibanding pinjam ke bank konvensional.” *polos 😀

“Oh gitu…Neng yang kuat aja ya doanya…mudah-mudahan Allah kasih rezeki yang cukup buat beli rumah tanpa harus meminjam ke bank.”

Jleb, jawaban suami membuat saya tercenung…teringat obrolan bersama teman yang tengah mempersiapkan suatu hal untuk membeli rumah beberapa hari lalu.

“ Kalau bukan melalui KPR, kapan kita bisa punya rumah nis? “

“Coba bayangin nis, kalau misalkan dalam sebulan kita Cuma bisa nabung 500.000, harus nunggu berapa puluh tahun lagi buat bisa beli rumah dengan cash?”

Pertanyaan itu sempat terlintas juga dalam benak saya, tapi setiap kali tanya itu terlontar, suami cepat cepat mengingatkan saya, “Kita teh sering lupa ya, ada Allah yang akan selalu menjamin kehidupan & memenuhi kebutuhan kita. Hati-hati neng, khawatir dengan berpikiran seperti itu tanpa sadar kita malah mengerdilkan kekuasaan Allah.”    Ah iyaa…matematikanya manusia itu memang terbataRumah-Idaman-Rumah-Impian-01s, padahal apa yang terlihat sulit dicapai akan terlaksana jika Allah berkehendak.

Sejak awal menikah, bukan sekali dua kali suami panjang lebar membahas tentang riba. Awalnya hanya berbagi tentang pengalaman beliau selama mengikuti training pengusaha tanpa riba, kemudian bercerita tentang bagaimana beliau dan team di perusahaannya berjuang keras agar tak sedikitpun terlibat hutang pada bank, hingga ia pun menyampaikan agar kami sama-sama berusaha menghindari riba dalam rumah tangga kami.

Saya patut bersyukur karena diingatkan langsung oleh suami mengenai bahaya riba’ ini. Kami sering membayangkan bagaimana jadinya kalau kami terlambat mengetahui ini dan terlanjur mengambil keputusan untuk mendapatkan rumah dengan jalan yang dilarang Allah? Sementara dalam rumah itu kami memiliki impian membangun generasi yang shalih & shalihah, sementara kami pun sepenuh harap meminta keberkahan dari do’a-do’a yang terlantun dalam rumah tersebut. Padahal kami tahu bahwa setiap do’a dan keberkahan terhalang oleh sesuatu yang haram yang melekat dalam diri kami.

Sejak saat itu, saya mulai mengubah sudut pandang saya tentang rumah impian. Bukan soal cepat atau lambat, bagus atau indah fisiknya… Namun tentang bagaimana agar rumah yang kami huni bisa selalu diliputi keberkahan dan dapat mengantarkan kami sekeluarga berkumpul kembali di syurga. Semoga…

Islamic Education Enthusiast, Home Educator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *