Menyampaikan pesan bermakna melalui permainan puzzle sederhana

“We don’t stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing.” (George Bernard Shaw)

Kita berhenti bermain bukan karena kita tua; kita menjadi tua karena berhenti bermain.

Tak jarang saat mengajar di kelas saya menemukan kondisi siswa yang mengantuk, acuh, tidak fokus dan cenderung resisten terhadap apa yang kita instruksikan. Seringkali kondisinya dilematis: jika dibiarkan, tentu mereka tidak dapat belajar dengan optimal karena tidak mendapatkan materi pelajaran, namun jika terus menerus kita tegur dan ingatkan lama kelamaan kita akan terpancing untuk esmosi dan mereka juga makin tak peduli.

Sebagai solusi, saya coba terapkan konsep gamifikasi yang belum lama ini digadang-gadang sebagai salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan efektifitas belajar. Konsepnya sederhana saja: memadukan nilai-nilai permainan dalam komponen pengajaran dan pembelajaran di kelas.

Berhubung dulu saya suka bermain puzzle, jadilah terpikir ide untuk memadukan antara latihan soal kimia dengan puzzle sederhana.

Konsep dasarnya sederhana.
Saya buat sebuah puzzle berisi pesan bermakna menggunakan Corel draw. Lalu saya potong menjadi 53 keping yang kemudian dilaminasi. Di setiap keping tercantum nomor dari 1-53. 

Setelah itu saya siapkan 53 latihan soal, dibuat dalam bentuk potongan-potongan kecil lalu dilaminasi.

Saat di kelas, saya minta siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Lalu saya berikan kesempatan pada setiap siswa untuk mengambil potongan soal masing-masing 2 soal.

Siswa mengumpulkan kepingan-kepingan puzzle dengan cara menjawab soal tersebut. Jika mereka selesai menjawab soal mereka harus ke depan (ke meja saya) lalu menyebutkan jawaban mereka. Jika benar, saya berikan mereka keping puzzle sesuai nomor nya. Jika salah saya minta hitung ulang.

Pemenang dari permainan ini adalah kelompok yang paling banyak mengumpulkan puzzle dan atau yang paling cepat mengumpulkan semua ‘jatah’ puzzle yg mereka miliki.

Jika sudah selesai, maka tugas berikutnya adalah menyusun puzzle hingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Di akhir sesi, mereka akan mendapati pesan bermakna yang ingin saya sampaikan.

Contoh pesan bermakna yang saya sampaikan kepada siswa

Voila!
Tujuan pembelajaran terpenuhi dengan cara yang menyenangkan hati. Siswa bisa latihan mengerjakan soal, mereka senang dan pesan bermakna pun telah tersampaikan.

Ibarat pepatah mah,..
Sambil menyelam minum kopi, ditemani sepotong roti.
Biar belajar menyenangkan hati, mari terus bereksplorasi.

Mau nyoba menggunakan teknik ini?

Silakan unduh format puzzle dan format soal nya di tautan berikut ini ya:

format puzzle

format soal quiz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *