Ada RUH dalam sepotong kata yang berpengaRUH.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengikuti sebuah pelatihan Public speaking yg diadakan oleh akademi trainer.
Disini kami tidak dididik agar sekedar mampu berbicara di depan umum, namun kami juga Dididik untuk menjadi pembicara yg berpengaruh.

Ternyata saya baru memahami bahwa ada 3 hal yg membuat apa yg kita ucapkan berpengaruh.
Pertama susunan/konten yg kita sampaikan harus sistematis sehingga mudah dipahami.
Yang kedua,kita harus menguasai teknik penyampaian yg baik, mulai dari olah vokal, mimik wajah,gestur,intonasi dsb agar semakin meyakinkan.
Dan yang ketiga – ini bagian terpenting menurut saya – ruh alias penjiwaan. Jika kita ingin apa yg kita sampaikan berpengaruh,maka kita harus sangat menjiwai apa yang kita sampaikan.
.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mampu menggerakkan milyaran manusia hingga saat ini bukan hanya karena beliau memiliki teknik penyampaian yg sangat baik, namun juga karena ruh beliau melekat dalam setiap ucapannya.
.
Seorang martin Luther king mampu menggerakkan ratusan ribu orang untuk bergerak memperjuangkan hak warga sipil di Amerika bukan hanya karena kepiawaian nya memilih kata demi kata,namun juga karena hatinya telah larut dalam setiap ucapannya.
.
Pengaruh ruh ini menjadi kian penting bagi setiap pembicara,terlebih bagi mereka yg diberi label pemimpin.
.
Kata pak Jamil azzaini, trainer dalam pelatihan ini, untuk membangun ruh kita perlu melakukan apa yang kita katakan dan mengatakan apa yang kita lakukan.
.
Sebagai guru misalnya, saat kita memberikan pengarahan kepada anak anak untuk menjadi pribadi yang jujur maka kita harus benar benar menjadi orang yang jujur.
.
Sebagai pimpinan perusahaan, saat kits memotivasi tim kita untuk bekerja keras,maka sudah selayaknya kita bekerja keras terlebih dahulu dan turut merasakan bagaimana rasanya bekerja keras.
.
Ah,benar memang apa kata guru saya.
.
Hadirkan ruh,maka kata-kata itu akan menjelma menjadi sebuah pengaruh. Semakin banyak ruh yg kita berikan, semakin besar pula pengaruh yang kita ciptakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *