Hadirkan keseruan belajar dengan dadu buatan

Pelu: “Yah… O lagi.”
Kresna: “Emang ente udah punya berapa atom O?”
Pelu: “Udah sebelas…”
Kresna: “Hahaha… Ga bisa bikin molekul apa apa dong?”
.
Begitulah kira kira suasana pembelajaran saat itu. Mereka tampak seru melempar dadu, menulis coretan di kertas sembari bercanda. Beberapa ada yang tampak termenung melihat plafon ruangan, seolah-olah ada jawaban atas apa yang mereka cari disana.
.
Riuh ramai suasana kelas siang itu seakan membuat mereka lupa, bahwa saat itu mereka sedang belajar mata pelajaran yang mereka benci di waktu yang paling menantang: persis setelah makan siang.
.
Topik pelajaran pekan ini adalah menentukan struktur lewis suatu molekul. Aku buatkan 2 dadu: satu dadu berisi atom-atom nonlogam, satu lagi berisi angka: 1, 2 atau 3. Mereka harus kumpulkan atom-atom tadi dengan cara melempar kedua dadu. Dari atom-atom yang dikumpulkan mereka boleh membuat struktur senyawa-senyawa yang sudah kutentukan di awal. Untuk memudahkan, aku beri semacam ‘cheating sheet’ berisi informasi yg memudahkan mereka menentukan struktur senyawa yang mereka mau. Mereka akan mendapatkan poin sesuai struktur senyawa yang berhasil mereka buat.

.
Sebetulnya sih ini tak ubahnya latihan soal seperti biasa. Aku hanya memberikan 3 sentuhan gamifikasi di dalamnya: ketidakpastian, pilihan dan poin.
.
Dampaknya? Aku sendiri pun terkejut. Mereka seharusnya sudah keluar kelas pukul 13.40, tapi saat bel berbunyi malah mereka sendiri yang menolak keluar kelas dan memilih meneruskan permainan.Antusiasme belajar mereka meningkat drastis. Setiap siswa sibuk sendiri mencoba-coba menentukan struktur senyawa yang mereka inginkan. Tak satupun saya melihat ada siswa yang mengacuhkan instruksi. Mereka begitu tertarik untuk menjawab tantangan yang kuberikan.  Akhirnya dengan terpaksa mereka ‘kuusir’ pukul 14.00
.
Aku jadi belajar. Ternyata untuk membuat kelas jadi sedemikian asyik dan menarik tak selalu membutuhkan teknologi yang ciamik. Hanya bermodal dadu dan model permainan yang seru, siswa jadi menggebu-gebu.
.
Ah, aku jadi teringat pesan guruku dulu.. “Nak, jika kamu mengalami kesulitan, coba lakukan saja hal yang bisa kamu lakukan. Tak perlu menunggu fasilitas yang serba ada, tak perlu menunggu sempurna untuk memulai, tapi mulailah dengan apa yang kamu punya.” (Pak Anam Zakaria).