Justru karena mereka berbeda, hidup menjadi kian berwarna.

Dunia ini menjadi indah karena terdiri atas beragam berwarna. Menjadi pendidik itu sangatlah indah karena kita selalu dihadapkan pada keberagaman. Dalam mendidik, kita akan selalu menemukan anak-anak dengan perbedaan yang sangat (boleh jadi) sangat mencolok. Ada yang sering berisik, ada ya.g kerjaannya sepanjang pelajaran dieeeem aja. Ada yang rajin nyatet, ada juga yang buku catatan pun ga punya.
.
Termasuk soal sikap saat belajar dan pencapaian akademik. Ada yang begitu diajarin langsung ngerti, ada yang pas pelajaran kerjaannya tiduurr melulu tapi pas ditunjuk dan disuruh jawab pertanyaan dia bisa jawab dengan benar (yang ini tipe murid sakti). Ada juga yang kapasitas matanya cuma 5 Watt: sayu sepanjang waktu.
.
Ada juga yang bikin ngurut dada: pas dijelasin materi pelajaran nyimak dengan serius, ga ngantuk sama sekali, tampak sangat meyakinkan bahwa ia mengerti. Tapi ternyata pas di cek dengan latihan soal, ga ada pelajaran yang masuk.
.
Ya… Anak anak kita memang diciptakan dengan berbeda dan saangat beragam. Bagaimanapun mereka tak bisa disamakan. Hampir dari segi apapun.
.
Merefleksikan apa yang dilakukan oleh guru-guru saya, saya jadi teringat kan kembali. bahwa sebagai pendidik tugas kita adalah memahami perbedaan itu dan memberikan penanganan yang sesuai dengan karakteristik mereka masing-masing.
.
Tentu tidak bijak rasanya jika sebagai pendidik kita hanya memfasilitasi sebagian siswa saja. Seperti misalnya memilih untuk mengajar dan memberikan perhatian pada murid yang memiliki kemampuan intelektual tinggi saja. Sementara siswa yang ga ngerti-ngerti ditinggalkan begitu saja.
.
Ya… Bagaimanapun dunia kita ini penuh dengan warna. Pun hal nya siswa didik kita, anak-anak kita. Maka kita perlu memperlakukan mereka sebagaimana keberagaman yang ada.
.
Bukankah pelangi itu indah karena ia terdiri dari banyak warna?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *