Refleksi: bagian paling berat bagi seorang pendidik

Kecewa.
Sekitar pekan lalu ujian telah dilakukan namun ternyata nilai murid-murid yang kudidik tak mencapai seperti yang kuinginkan. Padahal selama ulangan harian kemarin nilai mereka cukup memuaskan.
.
Merasa penasaran, aku coba lakukan siklus tahap akhir dalam mendidik yang diajarkan saat#TPN2017 lalu: refleksi. Kucoba buka beberapa buku dan pelajari beberapa teknik yang bisa digunakan untuk refleksi.
.
Dan… Inilah suasana kelas saat refleksi dilakukan. Aku berikan setiap siswa 3 lembar post it. Secara bertahap aku minta mereka merefleksikan ke dalam diri mereka 3 hal: hal baik yang perlu dipertahankan, hal buruk yang harus dihilangkan dan hal-hal yang masih ingin dipelajari hingga akhir semester.
.
Setelah menuliskan hasil refleksi, kami membahas hal-hal yangs sekiranya perlu dibahas. Aku coba gali lebih dalam kelebihan dan kekuranganku dalam mengajar. Mereka pun demikian, menggali hal baik dan hal buruk selama proses pembelajaran.
.
Hasilnya mengejutkan. Ada banyak hal-hal yang tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Dan ternyata sangat mungkin perkara-perkara itulah yang membuat pencapaian siswa-siswa yg kubimbing tidak mencapai performa tertinggi.
.
Awalnya aku sangat terpukul ketika mengetahui bahwa metode pengajaran yang kulakukan banyak sekali kekurangannya. Sebab aku merasa selama ini aku sudah mengupayakan yang terbaik untuk mereka. Namun kenyataannya banyak sekali yang masih harus diperbaiki.
.
Aku jadi teringat pesan Bu @najeelashihab ,sebagai guru rasanya akan berat sekali menghadapi tahapan refleksi. Sebab di tahapan ini kita harus menurunkan ego kita serendah-rendahnya demi memperoleh umpan balik terbaik dan memperbaiki diri. Ibarat sedang sakit parah, refleksi adalah pil pahit dan menyengsarakan yang harus kita telan.
.
Hhh.,.. memang benar. Tidak mudah menjadi pembelajar sepanjang hayat. Harus selalu bisa menerima kekurangan diri dan berupaya yang terbaik untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
.
Sebab sejatinya, seperti yang disabdakan oleh nabi bahwa kita harus terus belajar bahkan hingga tiba waktu ajal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *