Temu Pendidik Nusantara: Semua murid semua guru.

Aseli. Baru kali ini saya mengikuti konferensi. Meskipun secara formal ini bukan konferensi ilmiah tingkat tinggi dan bergengsi tingkat internasional macam yang diselenggarakan oleh RSC, ACS dll dsb dkk dsj Namun bagi saya konferensi ini sangat berarti.
.
Pekan lalu saya berkesempatan mengikuti#TemuPendidikNusantara atau yg sering disingkat#TPN2017 ; sebuah konferensi bagi para guru dari seluruh Indonesia. Sebuah ajang belajar bersama antar sesama guru.
.
Seru!
Karena yang dibahas kebanyakan adalah praktik baik pengajaran di ruang kelas. Lintas bidang, lintas jenjang, lintas strukural, lintas kultur dan pastinya lintas daerah. Sangat beragam dan kaya warna. Mulai dari guru PAUD hingga dosen. Mulai dari bidang seni yang sangat bebas hingga bidang eksak yang sangat rigid. Mulai dari guru PNS hingga pengajar anak jalanan. Semua berkumpul menjadi satu dengan satu motif: belajar.
.
Jauh sebelum konferensi diadakan, setiap guru berhak mengajukan naskah untuk dipresentasikan kepada peserta konferensi. Lalu panitia melakukan penilaian materi dan menyeleksi yang sekiranya sesuai dengan tujuan konferensi. Hal ini memberikan kesempatan bagi setiap guru untuk menjadi presentan, menjadi guru tanpa bermaksud menjustifikasi presentan lebih baik dibandingkan peserta.
.
Salah satu hal yang paling menarik bagi saya adalah, selain setiap orang berhak menjadi guru (presentan) setiap orang juga berhak menjadi murid. Peserta diberikan kebebasan memilih beberapa kelas yang ingin diikuti. Di #tpn2017 lalu ada lebih dari 20 kelas yang bisa diikuti! Kelas nya pun beragam: ada kelas kemerdekaan (berbagi praktik baik pengajaran), kelas kompetensi (melatih kompetensi tertentu), kelas kolaborasi, kelas karir dsb.
.
Sejalan dengan konsep yang diusung bu @najeelashihab , semua murid semua guru. Karena sejatinya setiap dari kita adalah pendidik dan setiap kita adalah pembeljaar sepanjang hayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *