Untukmu, Cermin diri Ayah & Bunda

Anakku…

Banyak orang bilang, buah tak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya. Mungkin tak keliru jika ayah & bunda mengartikan kelak ketaatanmu kepada Allah, kecintaanmu kepada Rasulullaah, komitmenmu terhadap  Islam, kedekatanmu dengan Al-Qur’an tak akan jauh berbeda dari apa yang tertanam dalam diri ayah & bunda sejak saat ini. Baik, setengah-setengah ataukah buruk? Tentu bunda inginkan yang terbaik untukmu, nak…

Ananda, penentram jiwa bunda..

Seorang ibu adalah madrasah pertama untuk anaknya, yang apabila ia mempersiapkannya dengan baik maka akan terlahirlah generasi-generasi yang hebat buah dari pendidikannya. Lalu bunda tersadar, semua persiapan itu tidaklah instan, semua persiapan itu tidak bisa tercapai tiba-tiba. Perlu proses  panjang yang akhirnya membuat bunda banyak belajar dan memahami makna keutamaan sebuah “madrasah”. Ibarat menanam benih yang baik, agar ia tumbuh subur dan dapat memberi manfaat kelak kepada banyak orang, maka bunda harus mengetahui kapan saat terbaik untuk menyiramnya, pupuk apa saja yang akan menopang tumbuh kembangnya, bagaimana ilmu untuk merawatnya. Bunda harus telaten dan sabar untuk itu. Tak elok rasanya jika bunda inginkan yang terbaik untukmu, tapi bunda sendiri enggan berjuang memantaskan diri di hadapan Allah.

Semakin bertambah usiamu nak..
Kau ajarkan ayah & bunda untuk tak lelah belajar dan memperbaiki diri. Kami pun semakin memahami bahwa dalam ikhtiar mendidikmu kunci utama yang harus selalu kami tekadkan adalah tak henti menumbuhkan kesabaran. Terimakasih nak… 🙂

Ayah & Bunda bingkis doa terindah untukmu nak,

“Rabbii hablii minash shaalihiin.”

Shalih, shalihah, kelak jadilah permata hati kami yang mencinta & dicintai Allah…

Islamic Education Enthusiast, Home Educator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *