7 Model Permainan yang Mudah Diadopsi Untuk Pembelajaran

Saat belajar bersama rekan-rekan guru dari seluruh Indonesia di TPN 2018 lalu, saya mendapatkan begitu banyak pertanyaan, “Pak, gimana cara termudah membuat boardgame untuk pembelajaran?”. Cara termudah? Sepertinya untuk kasus apapun cara termudah adalah dengan ATM: Amati Tiru Modifikasi. 

Jadi jika kita ingin mencoba menerapkan gamifikasi dalam pembelajaran, kita bisa coba perhatikan permainan-permainan yang ada, lalu kita coba modifikasi sedikit. Sesuaikan dengan konten dan konteks pembelajaran.

Nah berikut ini adalah 7 model permainan yang mudah diadopsi untuk pembelajaran di kelas (menurut saya): 

Siapa yang tidak mengenal permainan ini? 
Permainan yang mulanya diciptakan dari ketidaksengajaan ini sangatlah mendunia dan menjangkau berbagai usia di berbagai kalangan. Dari permainan analog hingga bentuk digital tersedia. Konsepnya mudah dimengerti dan pastinya mudah dimainkan.


Beberapa elemen penting yang bisa diadopsi dari monopoli:
1. Konsep papan: melingkar, peserta harus menjalankan bidak nya di atas petak-petak yang dibuat melingkar. Ada hal yang bisa dilakukan di setiap petak
2. Konsep kartu aksi: peserta diharuskan melakukan suatu aksi ketika mengambil kartu tersebut
3. Konsep jual-beli: peserta mencari sesuatu (mata uang) untuk kemudian digunakan melakukan aksi lainnya (membeli rumah/hotel, membayar sewa, denda dan lain sebagainya)
4. Goal akhir: menjadi yang paling kaya atau paling lama bertahan dalam permainan
5. Randomizer berupa dadu: tidak bisa ditebak langkah yang akan dijalankan

 

Ada salah seorang rekan saya, bu Amelia yang telah mengadopsi konsep monopoly untuk pengajaran Akuntansi. Berkat karyanya, beliau dinobatkan sebagai salah satu guru berprestasi tingkat nasional. 

(Yang pengen tau bentuk adopsi lainnya bisa cek di instastory saya berikut ini ya, klik di sini)

Permainan ini sangatlah populer bagi anak-anak di era 1990-an. Konsep permainannya sederhana. Setiap pemain harus berusaha mencapai kotak finish dengan melewati beberapa hambatan berupa ular. Jika terkena ular ia harus turun ke petak yang ada di bawah. Jika berhenti di tangga ia bisa naik ke petak di atasnya.

Berikut ini beberapa elemen yang bisa kita adopsi dari ular tangga:

  1. Winning state: mencapai garis finish
  2. Randomizer: kocokan dadu yang membuat perjalanan tidak menentu
  3. Twisting oleh ular/tangga. Pemain yang lebih di atas belum tentu menang karena bisa terkena ular dan jatuh jauh ke bawah. Yang di bawah pun belum tentu kalah karena bisa naik tangga melejit ke atas

Coba deh ulik sedikit dan sesuaikan dengan konteks pembelajaran di mata pelajaran rekan-rekan guru sekalian. Pasti semakin seru

Permainan klasik ini selalu menarik untuk dicoba. Bahkan hingga sekarang permainan puzzle masih menjadi permainan favorit bagi sebagian kalangan.

Berikut ini beberapa elemen permainan yang dapat kita adopsi dari puzzle:

  1. Winning state: dipicu oleh keingintahuan pemain akan gambar yang muncul setelah puzzle tersusun dengan lengkap
  2. Komponen permainan: potongan-potongan puzzle yang bisa disusun dan terkoneksi satu sama lain
  3. Tantangan: mengasah logika untuk menghubungkan puzzle dengan cara-cara tertentu

Rekan-rekan guru bisa memodifikasi di salah satu komponen permainannya atau seluruhnya. Yang jelas jangan meremehkan konsep puzzle yang tampak sederhana ini.

Bagi yang pengen tahu bagaimana implementasinya bisa cek di tulisan saya tentang memanfaatkan puzzle untuk quiz di sini dan untuk pembelajaran di sini

Siapa yang tak pernah bermain kartu? Hampir semua orang pernah memainkannya. Atau paling tidak mengetahuinya.

Kartu adalah salah satu jenis permainan yang sangat mudah diadopsi. Cara membuatnya relatif lebih mudah, banyak konten yang bisa dimasukkan dalam kartu dan bisa dimainkan dalam mekanika permainan apapun. 

Berikut ini beberapa elemen permainan dalam kartu yang bisa dimodifikasi:

  1. Bentuk kartu: Kartu tidak harus selalu berbentuk persegi panjang. Bisa dibuat persegi, heksagon, belah ketupat atau bentuk apapun yang Anda inginkan
  2. Cara memainkan kartu: sebagian besar permainan kartu hanya memainkan dengan cara buka dan tutup. Anda bisa memodifikasi dengan cara menggabungkan kartu, memasangkan kartu dan lain sebagainya.
  3. Konten Kartu: Anda bisa memodifikasi konten yang ditampilkan pada kartu. Bisa hanya satu sisi atau dua sisi. 

Berikut ini adalah beberapa contoh/model penggunaan kartu dalam permainan: 

Entah sejak kapan model permainan dadu ini dikembangkan. Yang jelas dadu adalah salah satu bentuk permainan yang entah kenapa selalu seru dimainkan.

Dalam game mechanic, dadu merupakan salah satu model randomizer (sebuah alat yang membuat sesuatu menjadi tidak menentu) yang efektif.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda modifikasi dalam permainan dadu:

  1. Jumlah sisi dadu: dadu tidak harus selalu segi enam (kubus). Anda bisa membuat dadu 4 sisi, 7 sisi, 8 sisi, 10 sisi atau bahkan 12 sisi. 
  2. Konten dadu: dadu tidak harus selalu berisi titik-titik atau angka. KOnten pada setiap sisi dadu bisa dimodifikasi sesuka hati
  3. Jumlah dadu yang dilempar dalam satu waktu. Biasanya kita hanya melempar 1 atau 2 dadu dalam suatu permainan yang lazim. Tapi tahukah Anda beberapa board game yang terkenal menggunakan lebih dari 2 dadu untuk bermain. 

Anda bisa juga memodifikasi semua elemen tersebut dalam suatu permainan.

Ada yang pernah memainkan permainan ini?

 

Pemain harus memilih 2 petak yang tertutup. Apabila kedua gambar tidak sama maka kita harus tutup lagi kotak yang terbuka dan membuka lagi kotak lainnya. 

Terasa familiar?

Permainan ini memang sangat efektif untuk melatih memori pemain.

Beberapa elemen yang dapat dimodifikasi dalam permainan ini:

  1. Banyaknya kotak/kartu yang perlu dibuka: semakin banyak semakin menantang untuk dilakukan
  2. Konten kotak/kartu: tidak harus selalu gambar. bisa juga berupa kata-kata, atau dua hal yang saling terkait satu sama lain
  3. Cara bermain: tidak harus selalu 2 kartu yang sama yang dibuka. Misalkan pemain harus membuka 3 kartu yang berkaitan secara sekaligus

Mudah kan?

Ini dia salah satu permainan paling populer sepanjang masa: TTS Teka Teki Sulit. Hehe. Saking populernya, sampai-sampai ada sebuah percetakan yang mencetak ratusan ribu eksemplar buku TTS berisi gambar wanita-wanita cantik (entah apa motifnya).

Permainan ini bisa dimodifikasi untuk mengubah cara membawakan quiz di kelas.

Beberapa elemen yang bisa kita modifikasi dari permainan TTS:

  1. Konten Teka-teki: Anda tidak harus menggunakan kata-kata dalam TTS. Anda bisa saja memodifikasinya menjadi angka-angka (untuk pembelajaran matematika). 
    Seperti contohnya permainan Math Quest berikut ini
  2. Penambahan Poin untuk setiap jawaban benar: Pada TTS tidak ada sistem poin. Anda bisa menambahkan poin untuk setiap jawaban yang benar

Mau mencoba membuat TTS sendiri? Ada ide yang bagus ini dari rekan saya, Pak Nuno. Selengkapnya bisa cek di sini. 

 

Nah itu dia 7 jenis permainan yang mudah diadopsi untuk pembelajaran di kelas. Sekarang yang perlu Anda lakukan adalah mencoba melakukan eksplorasi permainan-permainan tersebut, lalu lakukan eksperimen dengan memodifikasi cara bermainnya. 

Kalau Anda masih bingung bagaimana merancang permainan untuk pembelajaran, coba baca tulisan saya tentang cara mudah membuat boardgame di tautan berikut ini. Klik di sini untuk membaca.

By the way, ada usulan model permainan lain yang mudah dimodifikasi untuk pembelajaran? Sebutkan di kolom komentar ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *