Memaknai Kehadiran Adik

👩 : Kak, kakak Nai seneng ga adiknya sudah dua?
👧 : Seneng banget bunda..
👩 : Oya? Coba bunda pengen tau kenapa Naira seneng punya adik lagi?
👧 : Iya, itu berarti Allah kasih banyak rezeki buat kakak.
👩 : MasyaAllah, berarti kalau Allah kasih rezeki yang banyak kita harus apa kak?
👧 : Banyak berdo’a, banyak bersyukur..iya kan bunda?

Saya hanya bisa tersenyum dan mengangguk menanggapi jawaban Naira. Speechless :’)

Cara Allah menguatkan dan mengingatkan itu seringkali tidak terduga. Salah satunya lewat celoteh gadis kecil kesayangan kami ini. Saya yakin, hati seorang anak itu bersih sesuai fitrahnya. Apa yang terucap dari lisannya bisa jadi sebuah ‘alarm’ yang ingin Allah sampaikan pada orang tuanya.

Disaat saya sempat merasa kondisi baru ini begitu menguras energi.
Nizar yang sering tantrum tengah malam karena proses menyapih yang belum tuntas dan Naufal yang masih belajar mengatur pola tidur.

Naira justru punya cara pandang yang berbeda dengan kehadiran adik-adiknya ini. Padahal saya sendiri tau betul bagaimana rasanya menjadi kakak pertama. Tidak mudah. Tapi Naira bilang adik-adik adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri :’)

Pantas selama ini Naira begitu ringan tangan membantu bunda menyiapkan keperluan adiknya. Berinisiatif menyuapi Nizar saat jam makan tiba sementara bunda harus menangani bayi dulu. Mengajak adiknya bermain bersama saat bunda harus menyelesaikan pekerjaan di rumah.

Semuanya seperti tanpa beban karena Naira menyadari bahwa ia sedang belajar mengekspresikan rasa syukur pada Allah lewat kehadiran adik-adiknya. Barakallah nak…💕

Islamic Education Enthusiast, Home Educator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *