Ayah aye

Nama saya Anggayudha Ananda Rasa, cukup panjang: 20 karakter tanpa spasi. Meskipun panjang, namun tetap saja nama ini pasaran. Inilah yang menyebabkan, sejak bulan Juni 2004 senior di sekolah saya mengganti nama saya secara sepihak menjadi AY (baca: Aye). Maklum, dalam 1 kelas ada 5 orang yang namanya Angga. Jadi wajar jika semua disingkat jadi inisial: supaya lebih mudah mengingat dan pastinya menghindari resiko lidah terkilir.

Saat ini saya diberikan amanah menjadi seorang pendidik sekaligus kepala pendidikan di sebuah pondok pesantren di Pandeglang, Ibad Ar Rahman Islamic Boarding School. Aktivitas yang saya lakukan tidak jauh-jauh dari 3 hal: siswa, mendidik, mengelola.