Posted on Leave a comment

Proyek #ByeByeGawai 2: Bermain Koin Memori

Beberapa hari sudah berlalu sejak aku dan @syanisa.nh menjalankan proyek #ByeByeGawai . Sebuah proyek keluarga yang kami maksudkan untuk mengalihkan aktivitas si kecil dari gawai (gadget). Kami khawatir, intensitas bersama gawai yang terlalu tinggi ga baik untuk tumbuh kembang mereka.

Aku coba cari inspirasi aktivitas yang cocok untuk anak usia 4-5 tahun, yang senada dengan tema belajar Naira bulan ini yakni bagian anggota tubuh. Kami ingin mengenalkan nama nama bagian tubuh pada Naira. Di saat yang bersamaan Naira lagi suka nabung. Jadi… Kami ingin menggabungkan tiga hal itu: sesuai anak 4-5 tahun, tentang anggota tubuh dan bisa memfasilitasi Naira belajar menabung.

Cari cari cari cari dari berbagai referensi, tapi ternyata belum Nemu juga. Ah, daripada pusing nyari ga ketemu ketemu, mendingan bikin sendiri. Ya ga?

Akhirnya berbekal kemampuan make Adobe illustrator seadanya, dengan bantuan om google akhirnya terciptalah permainan keping memori ini. 

Cara mainnya sederhana.
1. unduh dan cetak papan main di sini
2. kumpulkan 20 (atau 40) uang koin berbagai pecahan (tergantung jenis papan main yang digunakan)
3. Tutup setiap gambar dengan uang 1 koin. Pastikan keseluruhan gambar tertutup koin
4. berikan narasi ke anak. Sampaikan bahwa kita akan mengumpulkan uang, menabung. Anak bisa mengambil koin ini dan memasukkan ke celengan kalau dia berhasil membuka 2 koin dari gambar yang sama
5. berikutnya berikan kesempatan pada anak untuk membuka satu per satu gambar. Tapi pastikan koin tidak diambil jika 2 gambar yang dibuka tidak sama
6. biarkan ia mengingat ingat terlebih dahulu ada gambar apa dan posisinya dimana
7. jika anak berhasil membuka 2 koin dengan gambar yang sama secara berurutan berarti ia boleh menyimpan koin itu
8. Setelah ia berhasil membuka gambar yang sama kita bisa menjelaskan tentang makna gambar itu. 
9. anda boleh memilih, mau mengumpulkan dulu semua koin itu atau langsung memasukkan koin itu ke dalam tabungan ketika anak berhasil
(Aku dan Naira: kumpulin semua baru masukin celengan)

Bagaimana hasilnya?
Apakah Naira langsung meninggalkan gadget?
Hmm.. Aku belum bisa menyimpulkan bahwa kecenderungan Naira terhadap gawai udah hilang. Tapi yang bisa kupastikan adalah intensitas bermain gawai nya berkurang. Ada aktivitas alternatif yang bisa ia lakukan selain menonton video atau bermain gawai.

Harapan kami adanya aktivitas aktivitas fisik seperti ini membuat anak anak kami lebih memilih untuk bermain daripada memainkan gawai. Dan semoga dengan ini hubungan orangtua-anak bisa semakin dipupuk. Karena bagaimanapun bermain itu soal interaksi yang bermakna, bukan?

Posted on 4 Comments

Tips Membangun Romantisme Ibu dan Buku

Pernah gak, suatu hari dengar ada seseorang yang bilang, “Kayanya kalau udah jadi ibu mah, apalagi punya bayi boro-boro bisa baca ya. Bisa tidur tenang aja udah sesuatu.”

Sejujurnya saat bayik mungil ketiga lahir, hati saya pun sering bergumam hal yang sama. Ya Allah, kerjaan di rumah aja udah banyak begini, kapan atuh bacanya. Rasanya kangen gitu bisa baca buku di suatu tempat yang sejuk dan tenang, sambil menikmati teh hangat 😅

Sudah 2 bulan ini coba mencari cara gimana biar ‘romantisme’ dengan buku itu terbangun lagi. Dan akhirnya nemu pola yang paling tidak cocok sama kondisi saya sekarang. Caranya gimana?
Kurang lebih seperti ini..

📓 Memilih buku yang tepat

“Read a book because you are passionate about that subject (Jay Shetty)”

Kita tertarik dan bergairah untuk membaca buku tentang apa?
Tapi itu aja belum cukup menurut saya, semakin terbatas waktu untuk baca kita akan semakin pilih-pilih buku yang akan dibaca, bukan hanya sebatas ketertarikan tapi KEBUTUHAN. Parameternya sederhana, apakah dengan baca buku tersebut amalan kita akan jadi bertambah baik atau sebaliknya.

📓 Cari waktu harian untuk baca buku

Nah ini yang sering jadi problem buat ibu baru (baru punya anak 3 😅) macem saya. Sulit meluangkan waktu buat baca karena merasa banyak amanah yang harus dikerjakan. Belakangan ini saya coba memanfaatkan 3 pilihan waktu untuk baca,

📆 Sore, saat anak-anak lagi main mandiri.
📆 Malam, sesudah anak-anak tidur
📆 Shubuh, sebelum anak-anak bangun

Kadang bisa baca di 3 waktu itu sekaligus, kadang sore sama malam aja, gak jarang cuma baca di waktu malam juga. Kondisional aja 😊

📓 Buat target
Kebanyakan orang mungkin membuat target baca dengan ukuran berapa banyak halaman yang dibaca. Saya pernah mencoba cara seperti itu. Tapi ternyata kurang nyaman menjalaninya. Maka saya buat target berdasarkan durasi waktu baca. Maksimal setengah jam di masing-masing waktu. Salah satu tujuannya biar bisa nge-rem disaat keasyikan baca buku, padahal amanah lain menanti untuk diselesaikan.

📓 Menunda baca buku baru sebelum mengamalkan paling tidak 1 ilmu yang didapat dari buku dan membagikan inspirasi yang ditemukan dari buku ke orang terdekat.

Alhamdullilah, lewat cara diatas semakin hari saya menyadari satu hal, mungkin iya waktu baca saya sudah gak seluang dulu. Suka atau tidak suka fokus saya harus berubah, bukan lagi tentang kuantitas dan seberapa banyak waktu untuk baca, tapi bagaimana agar waktu baca yang sedikit itu bisa berkah. Berkah dalam arti menetapnya kebaikan yang didapat dari ilmu yang dibaca dengan cepat mengamalkannya, bertambah manfaat dengan membagikannya.

Posted on 1 Comment

Unduh Gratis : Printable “Bermain Bersama Hujan”

Anak kecanduan main HP? Ini alternatif solusinya.

Dulu pernah ada masa nya Naira (4.5th) dan Nizar (1.5th) kecanduan gawai (gadget). Dalam sehari mereka bisa berkali kali melihat video di HP atau main di HP.

Sebagai orangtua, kami merasa bingung gimana cara mengatasinya.

Kami berpikir, harus ada sesuatu yang lebih menarik dibandingkan gadget, yang bisa bikin perhatian mereka teralihkan.

Akhirnya kami coba searching berbagai media beraktivitas berupa printable (sesuatu yang bisa di print) dari internet. Awalnya sih oke-oke aja. Tapi sayangnya kebanyakan printable berbahasa Inggris. Jadi Naira agak kesulitan mencerna secara langsung.

Cari printable berbahasa Indonesia yang sesuai dengan yang kami butuhkan, susah.

Berangkat dari masalah itu akhirnya kami coba membuat sendiri printablenya sesuai dengan kebutuhan belajar Naira dan Nizar. Kami coba angkat satu tema yang dekat banget sama keseharian: hujan.

Alhamdulillah, setelah kami coba praktekkan ke anak sendiri, ternyata Naira antusias banget. Yaa… Aktivitas main HP nya jadi lebih bisa diredam dibandingkan sebelumnya.

Di dalamnya ada beragam aktivitas, mulai dari membaca kisah, ayat Al Qur’an, mengenalkan adab,, mengenal bentuk, tracing, mencacah, puzzle sederhana sampe Crafting.

Totalnya ada 27 halaman full colour.
Dan berhubung kami ingin media ini bisa dipakai banyak orang maka kami putuskan untuk menggratiskan media ini.

Klik di tautan ini untuk dapat unduhannya ya.

Selamat bermain bersama keluarga di akhir pekan 😊