Posted on Leave a comment

6 Aktivitas Seru Mengenalkan Matahari pada Anak

Terkadang mengenalkan sesuatu yang sifatnya konsep pada anak cukup menantang. Mengenalkan konsep matahari misalnya. Kita perlu mengenalkan matahari dengan beragam aktivitas yang dapat memicu rasa ingin tahu dan melatih kemampuan nalar mereka. 

Berikut ini adalah 6 aktivitas yang kami lakukan untuk mengenalkan matahari pada naira dan nizar.

Aktivitas 1 : Read Aloud QS Asy-Syams ayat 1

Saya biasa mengawali aktivitas pekanan Naira dengan membacakan ayat yang berkaitan dengan tema aktivitas. Salah satu buku rujukan yang dipakai saat ini adalah Juz Amma sains. Kali ini Naira belajar tentang matahari dan saya membacakan nyaring ayat dan terjemah QS Asy-Syams ayat 1 dari buku juz Amma sains. Dalam buku ini disertakan juga tulisan yang berkaitan dengan ayat untuk digali makna dan hikmahnya bersama anak.

 

Apakah Naira disuruh menghafal ayatnya? Ngga kok. Yang saya utamakan saat ini adalah Naira memahami bahwa apa yang tertulis dalam Alquran itu dekat dengan kehidupannya.
Bunda Nisa
Pendidik

Setelah membacakan , saya mengajak Naira untuk berdiskusi tentang kira-kira kenapa ya Allah ciptakan matahari? 
Naira bilang kalau gak ada matahari maka Naira dan Nizar gak bisa main dengan leluasa karena gelap (Jawaban khas anak-anak banget 😆), terus jemuran bunda susah keringnya.

Nah, lalu diskusi dilanjut dengan pertanyaan, gimana ya kalau jarak matahari itu sangat dekat dengan bumi? Atau sebaliknya, jarak matahari terlalu jauh dengan bumi? Apa yang akan terjadi?

Dari pertanyaan diatas sebenarnya bunda ingin menegaskan sama Naira kalau Allah memiliki nama Al-Muhaimin yaitu Yang Maha Mengatur. Allah atur matahari di jarak yang sangat tepat, tidak terlalu dekat dengan bumi sehingga makhluk Allah di bumi tidak meleleh karena kepanasan. Sebaliknya Allah atur jarak matahari tidak terlalu jauh dengan bumi, agar makhluk Allah di bumi tidak mengalami kedinginan. Maka diciptakannya matahari adalah salah satu bukti kasih sayang Allah untuk makhlukNya.

Aktivitas 2 : Menggambar bayangan

Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk mengenalkan salah satu sifat matahari yaitu memancarkan sinar.

Bahan yang diperlukan :
  • Mainan anak (saya pakai hewan2 dan Lego)
  • kertas HVS dan spidol
  • Tempat yang terkena paparan cahaya matahari
  • meja untuk alas menggambar

 

Tahapan aktivitas :

  1. Ajak anak untuk bermain diluar rumah
  2. Letakkan meja di tempat yang terkena sinar matahari (saran : lakukan aktivitas di pagi hari)
  3. Simpan kertas HVS diatas meja, lalu letakkan mainan hewan diatas kertas dengan posisi berdiri.
  4. Saat bayangan muncul, jelaskan pada anak bahwa bayangan terjadi karena ada sinar matahari.
  5. Ajak anak untuk menggambar bayangan yang ada di kertas HVS.
  6. Warnai hasil menggambar sesuai kreativitas anak.

Aktivitas 3 : Menanam tumbuhan

Kali ini Naira belajar tentang salah satu manfaat sinar matahari yaitu membantu tanaman untuk tumbuh. Kalau mau lebih kompleks sih bisa sekalian mengenalkan proses fotosintesis. Tapi untuk usia Naira yang masih kurang dari 6 tahun, saya pikir belum perlu belajar fotosintesis.

Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk memberitahu pada Naira bahwa Allah Al-Khaliq telah menciptakan matahari untuk membantu tanaman tumbuh besar lewat sinarnya. Selain itu Naira juga belajar mengamati bahwa untuk menjadi besar tanaman itu tidak sekaligus dan perlu melewati proses seperti mendapat sinar matahari dan disiram air. Sama seperti Naira dan adik-adik yang sekarang masih kecil, suatu saat Allah akan tumbuhkan Naira menjadi dewasa, badannya lebih tinggi dan lebih besar dari sekarang. Tapi untuk jadi tinggi Allah ingin Naira makan makanan yang bergizi supaya sehat, seperti tanaman yang perlu air dan sinar matahari untuk tumbuh. (Lha kok jadi nyambung kesini 😅)

Dari aktivitas ini Naira juga berlatih sabar dengan berusaha menyiram tanaman setiap pagi.

Bahan yang diperlukan :

-Kacang hijau
-Kapas
-2 wadah yang agak tinggi (bisa dengan Aqua gelas)
-air

Tahapan aktivitas :

1. Basahi beberapa kapas dengan air lalu masukkan ke wadah, kapas digunakan sebagai media tanam ya jadi gak perlu banyak-banyak.
2. Simpan 5-1 biji kacang di setiap wadah.
3. Simpan wadah yang berisi biji kacang hijau di tempat yang berbeda, satu di tempat yang terkena sinar matahari, satu lagi di tempat yang gelap.
4. Arahkan anak untuk menyiram tanaman setiap pagi.
5. Ajak anak untuk mengamati apa yang terjadi dengan biji kacang di wadah yang berbeda tempat. Adakah yang berbeda?
6. Diskusikan hasil pengamatan dengan anak. Ingat, penjelasan harus disesuaikan dengan usia anak yan bunda 😊

Aktivitas 4 : Membuat paper blooming sunflower

Ide ini sebetulnya spontan. Hehe. Tapi ternyata Naira terpesona banget pas lihat bunganya mekar di air. Tujuannya sih untuk melatih otot-otot tangan dengan menggunting dan melipat. Naira lumayan anteng pas diajak bikin ini. Boleh banget dicoba bareng anak-anak di rumah..

Bahan yang diperlukan :
  • Gambar bunga matahari / matahari
  • Gunting
  • Air
  • Wadah untuk menampung air
Tahapan aktivitas :
  1. Arahkan anak untuk menggunting gambar matahari yang sudah disediakan
  2. Lipat bagian sisi bunga ke arah tengah (cara melipat lihat di lampiran gambar)
  3. Lalu siapkan air dalam wadah
  4. Letakkan bunga yang sudah dilipat di air, dengan posisi lipatan bunga ada diatas.
  5. Maka akan terlihat bunga matahari yang sedang mekar.

Aktivitas 5 : Mencocokkan huruf besar dan kecil

Belakangan ini Naira lagi senang banget menulis. Tapi dia masih suka bingung menentukan mana huruf besar dan huruf kecil. Nah kemarin bunda coba bikin media sesuai tema untuk ajak Naira mengingat lagi huruf besar dan huruf kecil. Coba buat juga yuk..

Tahapan aktivitas :
  • Gambar matahari berbentuk bulat (ukuran bebas) , lalu tulis di sekeliling sisinya huruf-huruf besar
  • Gambar sinarnya secara terpisah, saya buat bentuk persegi panjang dengan ukuran lebar 1cm dan panjang 8cm (buat sebanyak jumlah huruf), lalu gunting
  • Tulis satu persatu huruf pada setiap ujung sinar matahari yang sudah digunting
  • Ajak anak untuk mencocokkan huruf besar dan huruf kecil dengan menempelkan sinar pada sisi bulat matahari.

Aktivitas 6 : Melatih kemampuan menjemur baju

Bagi kami kemampuan dasar sesederhana menjemur baju perlu dilatih pada anak. Selain untuk menambah keterampilan hidup, anak juga akan belajar tentang tanggung jawab terhadap diri sendiri. Sementara ini saya baru mengajak Naira untuk menjemur pakaiannya sendiri dulu. Kalau dia lagi berbaik hati biasanya minta ditambah sama baju adik-adiknya. Hehe…prinsipnya dalam melatih keterampilan ini harus pelan-pelan, jangan berekspektasi anak akan cepat bisa dalam waktu singkat. Idealnya kita melatih setiap keterampilan minimal satu bulan sampai anak bisa. Kalau ingin anak menjadi terbiasa melakukan keterampilan tersebut, tambah waktu latihannya sampai 3 bulan.

Posted on Leave a comment

Ada Apa Aja di Temu Pendidik Nusantara?

“Hah? Emang guru masih perlu belajar??” 

Kalimat itu yang pertama kali kudengar dari seorang teman ketika aku bercerita tentang komunitas guru belajar, tentang aktivitasku sehari-hari menemani guru belajar.

Memang sekilas terdengarnya agak aneh bagi sebagian orang. Guru yang menjadi panutan anak-anak masih belajar? Padahal bukankah guru itu sudah menguasai semuanya? jadi kenapa perlu belajar lagi? 

Tapi sebenarnya jika kita memahami lebih dalam, justru karena guru itu menjadi panutan murid, maka guru harus belajar. Jika guru tak belajar bagaimana murid-muridnya bisa belajar dan meneladani sang guru? Dan….. ngomong-ngomong… bukankah hanya guru yang belajar yang layak mengajar?

Zaman terus berkembang, tantangan mendidik kian berubah. Sebagai pendidik, kita tak lagi dapat mendidik murid-murid kita dengan cara lama untuk menghadapi tantangan di masa kini.

 

Apa yang dihadapi anak-anak kita di masa depan akan sangat berbeda dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Itulah alasannya, mengapa kita perlu menjadi guru yang terus belajar.
Pak Aye
pendidik

Beruntungnya, saat ini ada sebuah agenda yang patut dihadiri oleh setiap guru yang ingin belajar, membekali diri untuk mendidik murid-murid, anak-anak generasi penerus bangsa. Namanya temu Pendidik Nusantara. Sebuah pertemuan antara pendidik dari berbagai penjuru nusantara. Sebuah pesta belajar untuk seluruh guru di Indonesia.

Di Temu Pendidik Nusantara 2019, seribu guru dari berbagai penjuru akan bertemu, saling belajar, saling berkolaborasi, saling memberi inspirasi untuk membawa spirit perubahan pendidikan di nusantara. Ada 115 kelas yang terdiri dari kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, kelas kolaborasi dan kelas karier.

Kelas Kemerdekaan

Di kelas kemerdekaan, guru akan berbagi praktik baik pengajaran kepada guru lainnya dalam waktu 10 menit.Harapannya guru bisa memodifikasi praktik pengajaran di kelasnya masing-masing

Kelas Kompetensi

Di kelas kompetensi guru akan menumbuhkan kompetensi dalam bidang tertentu. Ada 40 kelas kompetensi dengan beragam topik yang bisa diikuti

Kelas Kolaborasi

Di kelas kolaborasi guru membuat sebuah inisiatif dan mengajak guru lainnya untuk turut berkolaborasi dalam program yang sedang dijalankan. Sudah siap untuk berkolabirasi untuk pendidikan di Indonesia?

Kelas Karier

Dengan belajar dari bagaimana guru mengembangkan kariernya kita bisa belajar dan mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan karier kita.

Mari Belajar Bersama!
Inilah sebagian kelas yang bisa diikuti

Itu cuma sebagian kelas yang ada. Masih ada 44 kelas kemerdekaan yang membahas lebih dari 160 praktik pengajaran, 42 kelas kompetensi, 25 kelas kolaborasi dan 4 kelas karier yang bisa diikuti.

Yuk intip semua kelas yang ada di Temu Pendidik Nusantara 2019. Klik tombol di bawah ini untuk mencari tahu.

Posted on 3 Comments

Big Siblings Blues: Mengatasi Sindrom Kakak Baru

Saya tidak akan pernah lupa, bagaimana reaksi Naira ketika saya melahirkan Nizar, anak kedua saya dan adik pertama bagi Naira. 

Saat itu Naira baru saja genap 3 tahun. Banyak orang bilang usia Naira sudah cukup untuk memiliki adik. Kami pikir ada benarnya juga, sepertinya Naira akan senang jika punya adik baru. Bukankah dengan itu rumah akan menjadi lebih ramai dan Naira jadi punya “someone to play with”? 

Hmm…saat itu, membayangkannya saja sudah membahagiakan 🙂

Seperti kebanyakan orang tua lain yang berencana menambah anak, kami berusaha untuk menyiapkan banyak hal. Disamping kesiapan kami sebagai orang tua, kami juga harus memperhatikan kondisi psikologis Naira untuk menyambut kedatangan adik barunya. 

Persiapan dimulai dengan banyak bercerita tentang adek bayi, karena Naira ini tipikal auditori maka untuk memberinya suatu pemahaman akan lebih mudah jika disampaikan dengan penuturan cerita. Lanjut dengan silaturahim ke rumah tetangga yang baru melahirkan. Harapannya ketika adeknya nanti sudah lahir, Naira tidak lagi kaget melihat adek bayi yang belum bisa melakukan banyak hal. Lalu tidak lupa kami juga melakukan pretend play (bermain peran) entah dengan media boneka-boneka Naira atau saya pura-pura menjadi kakak dan Naira jadi bayinya. Hehe..overall kami menikmati bersama proses persiapan menyambut adek bayi ini. Sekilas saya menangkap bahwa Naira sudah siap menjadi kakak. 

 Sampai waktu melahirkan adiknya tiba, Naira terlihat sangat gugup setelah saya bilang kalau sebentar lagi adiknya lahir. Saya pikir hal itu wajar, orang dewasa pun akan gugup jika menghadapi kondisi baru dalam kehidupannya. Saya dan ayahnya mencoba menenangkan Naira, mengalihkan fokusnya untuk bermain di playground dulu.

Qadarullah saat itu kami sedang merantau, baik orangtua dan mertua tidak ada yang bisa mendampingi proses persalinan saya. Praktis kami sempat kebingungan siapa yang bisa menjaga Naira saat persalinan berlangsung, karena Ayahnya juga ingin mendampingi saya di ruang persalinan. 

Tapi akhirnya ada seorang teman yang berbaik hati menawarkan diri menjaga Naira dan beruntungnya Naira pun mau dititipkan. 

Anehnya begitu dititipkan Naira tiba-tiba demam tinggi. Dalam hati ada perasaan khawatir Naira kenapa-kenapa, tapi pembukaan saya sudah lengkap. Saya pun hanya bisa berdoa, dan meyakinkan diri bahwa Naira akan baik-baik saja dengan Bu Rima dan Bu Hilda sementara saya fokus dengan proses persalinan yang ada di depan mata.

Jeda 20 menit kemudian tepat sebelum adzan magrib berkumandang, lahirlah adiknya Naira, disambut dengan demam Naira yang tiba-tiba turun. Alhamdulillah, lega sekali rasanya. Naira terlihat senang melihat adeknya sudah lahir. Namun menjelang malam hari, Naira mendadak tidak mau dekat-dekat dengan saya. Dia lebih memilih untuk bersama ayahnya. Sekitar jam 01.00 Naira yang biasanya jarang mengigau, tiba-tiba mengigau disusul tantrum yang sulit diredakan. 

Saat itu sebagai ibu, naluri saya merasa ada yang membuat Naira tidak nyaman. Dan baru saya sadar kalau demamnya, penolakannya untuk dekat dengan saya, dan mengigaunya di malam hari adalah gejala dari big Sibling blues atau sindrom yang dialami seorang anak saat menjadi kakak baru.

Ternyata bukan hanya seorang ibu yang mengalami sindrom setelah melahirkan. Tapi seorang anak juga bisa mengalami sindrom yang mempengaruhi psikologis mereka saat memiliki adik baru.

Apa itu Big Sibling Blues?

Big sibling blues adalah sebutan untuk kondisi dimana anak kaget, tidak siap, dan tertekan dengan kehadiran saudara baru di keluarganya. Anak berpikir jika kehadiran keluarga baru atau adik akan mengambil semua perhatian orangtua darinya. Anak akan berpikir orangtuanya tidak akan lagi menyayangi dan mencintainya.

Apa penyebab Big Sibling Blues?

Big sibling blues biasanya terjadi saat anak merasa tidak dipedulikan oleh orangtuanya, karena ayah dan ibunya sibuk mengurus sang adik yang baru lahir. Hal ini wajar, karena anak-anak belum mengerti konsep bersaudara, konsep bersaudara baru mereka pahami dari proses belajar. 

Bagaimana Reaksi Anak Ketika Mengalami Big Sibling Blues?

Separation Anxiety

Anak mengalami kecemasan berpisah dengan ibunya (separation anxiety) sehingga kehadiran adik membuatnya merasa tidak nyaman, terancam dan menakutkan yang menyebabkan anak lebih posesif terhdap ibunya.

Withdrawal (menarik diri)

Withdrawal yaitu anak menarik diri. Anak menunjukkan sikap murung, berubah menjadi pendiam dan lebih sensitif. Ia menjadi mudah menangis karena hal sepele.

Cemburu pada adik

Anak merasa cemburu kepada adiknya. Ia melihat adik sebagai penyebab hilangnya perhatian dan kasih sayang orangtua. kecemburuan itu bisa ditunjukkan secara terbuka bisa juga tidak.

Anger Instead

Anger instead (pengalihan kemarahan) selain menunjukkan kecemburuannya secara terbuka, sebagian anak menunjukkannya secara tersembunyi. Ia cenderung mengalihkan rasa cemburu yang tengah dirasakan.

Bentuk anger Instead yang biasa muncul :

  1. Sabotase bisa berupa menyembunyikan popok adik
  2. Sakit fisik bisa berupa badannya memang benar-benar sakit atau pura-pura sakit demi mendapatkan simpati.
  3. Monologuing (perilaku ngomel sendiri).
  4. Agresi pasif merupakan kemarahan yang tidak diekspresikan secara langsung kepada adik atau ibunya, contohnya ngambek atau tantrum.
  5. displacement anak; mengalihkan rasa cemburu atau kemarahan itu pada benda-benda.  Ia jadi senang membanting sendok, gelas maupun pintu.
  6. Regressive behaviour (perilaku regresif) yaitu kemunduran kemampuan, anak ingin diperlakukan kembali seperti bayi karena ia melihat bahwa bayi lebih disayangi.

Big Sibling blues apabila tidak ditangani dengan baik maka akan memicu tumbuhnya perilaku persaingan antar kakak dan adik di kemudian hari. Meskipun big sibling blues ini termasuk masa yang cukup sulit dilalui seorang anak, tapi inilah saatnya untuk memberikan pemahaman dan perhatian yang efektif tentang konsep bersaudara pada anak kita. 

Ada dua hal yang perlu kita perhatikan dalam mengatasi sindrom big sibling blues:

  1. Bagaimana kita menyikapi diri sendiri
  2. Bagaimana kita mengatasi perilaku anak

Bagaimana menyikapi diri sendiri saat menghadapi big sibling blues

  1. Tetap tenang,
    sadari bahwa being jealous is normal for all firstborns. Berapapun usia mereka. Coba bayangkan bagaimana rasanya jika perhatian seseorang yang sangat kita sayang tiba-tiba terbagi karena kehadiran orang baru? Sesak? Tidak nyaman? Sedih? Ingin marah? Kurang lebih seperti itulah yang tengah dirasakan sulung kita.
  2. Meminta bantuan pasangan
    untuk saling membantu dalam urusan pekerjaan domestik dan menjaga anak. Karena ada saatnya dimana kita akan kewalahan mengurusi berbagai amanah rumah tangga sekaligus memenuhi kebutuhan fisik dan psikis anak-anak. Jika tidak memungkinkan, jangan sungkan untuk meminta bantuan keluarga terdekat, atau mendatangkan ART agar perhatian kita bisa fokus pada anak-anak. Meminta bantuan bukan kelemahan kok, tapi bentuk ikhtiar kita agar tetap optimal dalam menjaga amanah dari Allah.
  3. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan diri yaa bunda.
    Karena masa transisi ini adalah fase yang cukup sulit menurut saya dan suami. Selain asupan fisik, kita juga harus menjaga asupan mental kita. Jangan terlalu memperdulikan komentar orang lain yang tidak membantu, misalkan “Anak masih kecil gini kok tega sih udah dikasih adik lagi?”. Cukup kasih senyum aja, dan fokuskan energi untuk hal-hal yang jauh lebih penting.
  4. Banyak berdoa
    agar diberi kelapangan hati untuk bisa melalui tantangan ini dengan hati dan pikiran yang jernih.

8 Tips Menghadapi Anak dengan Sindrom Big Sibling Blues

Nah, itu dia 8 tips mengatasi sindrom kakak baru (big siblings blues) versi saya.

Saya yakin, setiap orangtua pasti memiliki pengalaman dan trik nya sendiri untuk mengatasi sindrom kakak baru. Yuk, bagikan pengalaman Anda di komentar tulisan berikut ini. Sedikit pengalaman Anda akan berarti untuk orangtua lainnya.

Sumber : Adhim, Mohammad Fauzil. 2013. Segenggam Iman untuk Anak. Yogyakarta. Pro-U Media.

Posted on Leave a comment

Edutrip #2: Belajar Bermain Peran di Joy n Fun BEC

Sebagai keluarga yang sedang belajar mengadopsi pola Home Schooling kami seringkali menemukan tantangan dalam memilih aktivitas belajar untuk anak-anak kami: Naira (5 th), Nizar (2 th), Naufal (10 bulan). Mengapa? Karena kami perlu menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang mereka masing-masing. Jika bisa dilakukan di tempat dan waktu yang bersamaan tentu akan sangat memudahkan.
.
Oleh karena itu, muncullah ide untuk melakukan #EduTrip: program belajar yang dikemas dalam bentuk ‘jalan-jalan’ atau ‘piknik’ atau apapun lah namanya. Yang sekiranya bisa membuat anak-anak senang dan ayah bundanya tenang :p
.
Di #edutrip kali ini, kami memutuskan untuk berkunjung ke salah satu tempat bermain anak (play ground) Joy n Fun yang bertempat di gedung Bandung Electronic Center, JL purnawarman lantai 4 sisi gedung sebelah selatan.
.
  •  
.
Arena bermain ini boleh dibilang cukup lengkap. Ada beragam aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak, seperti: 
  1. Bermain sepeda
  2. Bermain balok busa
  3. Bermain balok Lego raksasa
  4. Mandi bola
  5. Trampolin
  6. Beragam komidi putar
  7. Papan pin
  8. Dinding kain
  9. Bermain pasir kinetik
  10. Kolam pasir laut
  11. Wall climbing
  12. Permainan halang rintang dan
  13. Bermain peran beragam profesi
 
Dan semua permainan yang ada di sana mengusung konsep open play, dimana anak bisa bermain tanpa dibatasi peraturan tertentu. Mereka bisa mengeksplorasi setiap permainan sekehendak mereka, sesuai imajinasi mereka. 
.
Diantara semua permainan itu, ada satu permainan yang sangat kami suka dari Joy n Fun: permainan peran. Ada 7 kios mini yang merepresentasikan 7 peran profesi yang berbeda-beda: pasar (pedagang), klinik (dokter), pemadam kebakaran, kantor polisi (polisi/polwan), arena tembak (Tentara), food truck (koki) dan kedai makanan (koki).

Setiap kios dilengkapi dengan perlengkapan yang menunjang atau berkaitan dengan profesinya. Seperti misalnya klinik. Dengan beragam perlengkapan seperti stetoskop, senter, termometer, bahkan hingga jas dokter. Jadilah akhirnya Naira berperan menjadi dokter dengan semua perlengkapan itu. Pasiennya? Ya siapa lagi klo bukan adek nya 

Beda sama Aa, yang sedari awal udah anteng sama semua bahan belanjaan dan makanannya. Mulai dari memilih bahan, dibawa ke dapur sampe bikin masakannya. Semuanya dijalani sepenuh hati. Kami pun jadi curiga, jangan jangan kelak dia jadi chef handal? Baguslah. Jadi bapak ibunya bisa makan enak tanpa repot pergi ke mana-mana. 
.
Yang jelas, anak-anak betah banget main di sini. Mereka dapat dengan bebas berpindah dari satu tempat bermain ke tempat lainnya dan mengeksplorasi semua yang ada di sana sepuasnya. Serasa ga ada bosen-bosennya. Jadi wajar aja klo kami tiba di sana sekitar ba’da dzuhur (sekitar jam 1) dan baru keluar dari arena bermain saat menjelang maghrib (sekitar pukul 6). 
.
Ketika bermain di Fun n Play sebenarnya bukan cuma mereka yang diuntungkan, kami sebagai orangtua kami juga diuntungkan. Karena selama anak-anak bermain kami dapat menikmati quality time berdua tanpa harus cemas. Safety di tempat ini sangat diperhatikan. Tidak ada sudut-sudut benda yang runcing, besi-besi arena bermain dilengkapi busa pengaman, matt/alas tempat bermain yang terbuat dari karet tebal, dan tidak ada mainan yang ukurannya kecil sehingga tidak perlu khawatir ada resiko tertelan oleh balita. 
.
Oh iya, satu hal yang saya juga suka dari wahana bermain ini, kebersihannya terjaga. Ada petugas yang selalu membersihkan arena bermain ini secara berkala. Bahkan secara rutin dibersihkan menggunakan desinfektan untuk mengurangi resiko anak terkontaminasi bakteri.

Overall kami memberikan rating 9/10 untuk wahana bermain ini. Benefit nya jauh lebih banyak dibandingkan kerugiannya. Meskipun kita harus merogoh kocek Rp60.000 per anak untuk bermain sepuasnya (di weekday), tapi rasanya semua itu worth-it (sepadan) dengan pengalaman bermain yang didapatkan.

Melalui wahana bermain ini banyak stimulasi yang bisa anak peroleh. Mulai dari kemampuan sensori, kemampuan motorik halus maupun kasar, kemampuan observasi, kemampuan sosial, empati, kemandirian, aktualisasi diri (melalui bermain peran) semuanya bisa dilatih di Joy n Fun. Eits, tapi ini bukan promosi ya. Kami ga dibayar kok untuk ini. Hanya review dari bapak-bapak dan emak-emak pemburu tempat belajar anak. 

Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa di #EduTrip berikutnya.
Informasi selengkapnya tentang review dan wahana bisa dilihat (di video) di bawah ini ya.
Nama tempat: Joy n Fun
Lokasi: Lantai 3 BEC, gedung bagian selatan (dekat food court, sebelah Toys Kingdom). https://goo.gl/maps/CPcjdhe4JzbujGpc6 
Harga tiket masuk: 
  • Weekday: Rp40.000 (1 jam/anak), Rp 60.000 (sepuasnya/anak)
  • Weekend (sabtu/minggu): Rp 60.000 (1 jam/anak), Rp 80.000 (sepuasnya/anak)