Posted on 1 Comment

Tadabur Kunci Qur’an Journaling

Tadabbur adalah proses paling penting dalam Qur’an Journaling, bisa dibilang inilah ‘ruh’ Qur’an Journaling.

Semakin dalam pemahaman kita terhadap suatu ayat, semakin sering kita menghubungkan apa yang kita pelajari dari Al-Quran dengan kehidupan dan pengalaman sehari-hari, maka semakin kita mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan dalam mengatasi setiap urusan kita.

Bisakah kita semua tadabbur? InsyaAllah, jawabannya BISA. Allah tidak menurunkan Al-Qur’an untuk orang tertentu saja, maka siapapun kita bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur’an. Terlebih bagi ia yang dalam hatinya masih Allah titipkan iman. Lalu apa yang harus kita lakukan saat memulai tadabbur?

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

Saat merenungi ayat ini, saya teringat, pernah suatu hari saya membaca satu ayat Al-Quran, dan entah kenapa rasanya hati sangat tersentuh dengan ayat itu. Lain waktu saya baca lagi ayat yang sama, tapi kenapa ko rasanya beda? Gak semenyentuh sebelumnya.

Ternyata yang membedakan adalah kondisi hati saya saat membaca ayat itu. ⁣
⁣⁣
Al-Qur’an adalah cahaya. Dalam interaksi dengan manusia, Al-Qur’an menyesuaikan diri dengan bagaimana manusia bersikap padanya. Jika manusia membuka hati maka Al-Qur’an akan melimpahkan cahayanya dengan mudah. Namun jika manusia menutup hati maka cahaya akan sangat sulit sekali masuk.⁣

Hal pertama yang harus dilakukan ketika memulai tadabbur adalah membuka hati. Memastikan hati kita berada di dalam kondisi siap untuk menerima setiap pelajaran sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk kita yang disampaikan-Nya dalam Al-Qur’an.

Karena kunci dari tadabbur adalah berusaha mengoneksikan hati kita dengan Al-Qur’an.

Bagaimana cara tadabbur?

Ada beberapa cara yang bisa kita coba untuk melakukan tadabbur. InsyaAllah saya akan mengulas 2 cara sesuai urutan yang paling mudah.

Maknai ayat secara personal

Tadabbur sepenuhnya tentang refleksi kita terhadap suatu ayat untuk kita ambil pelajarannya dalam kehidupan. Maka, saat kita membaca ayat yang mendeskripsikan suatu hal, maka refleksikan pada diri. Bacalah penjelasan singkat tentang ayat. Lalu berusahalah untuk menghubungkan ayat yang dibaca dengan keadaan kita. Semakin kita berusaha memaknai pelajaran dari suatu ayat secara personal, semakin kita bisa merasa terhubung dengan Al-Quran.

Tanyakan minimal 3 hal ini saat kita sedang bertadabbur :

🌹 Apa yang kamu rasakan setelah membaca ayat ini?
🌹 Adakah ayat ini mengingatkanku pada suatu pengalaman dalam hidupku?
🌹 Apa yang akan kuperbaiki setelah membaca ayat ini?

Contoh, ketika sedang membaca ayat tentang ciri-ciri orang yang beriman, tanyakan pada diri kita, apakah kita sudah memiliki ciri-ciri yang disebutkan dalam ayat tersebut? Jika belum, apa yang harus aku lakukan untuk meraihnya?

Memaknai dengan mencari referensi

Ketika kita mulai terbiasa memaknai secara personal, biasanya hati kita akan terlatih menjadi lebih sensitif saat bertemu dengan suatu ayat. Ada keinginan untuk menambah level dalam memahami ayat tersebut dengan lebih utuh. Kita merasa perlu untuk mencari referensi agar pemahamanmu semakin mendalam.

Apa yang kita perlukan saat mencari referensi?

🎯 Mengetahui tafsir dari ayat untuk memahami makna suatu ayat berdasarkan pemikiran para mufassir yang memiliki kualifikasi di bidang ilmu Al-Qur’an. Saat ini membaca tafsir mudah untuk dilakukan, kamu bisa mengunjungi situs ibnukatsironline untuk membaca tafsir dari Ibnu Katsir atau mengunjungi tafsirweb untuk membaca tafsir dari mufassir lainnya.

🎯 Mencari tahu asbabun nuzul atau sebab-sebab diturunkannya suatu ayat. Seringkali ada kisah yang mengiringi turunnya suatu ayat. Memahami suatu ayat dengan mengetahui asbabun nuzulnya akan memberi pengalaman yang berbeda saat kita merenunginya, karena kita mengetahui sejarah turunnya ayat tersebut. Salah satu buku yang bisa kita jadikan rujukan adah buku Asbabun Nuzul Imam As-Suyuthi.

🎯 Mencari makna kata dalam Qur’an. Salah satu mukjizat Al-Qur’an adalah dari segi bahasanya yang indah. Tidak ada satu pun kata dalam Qur’an yang diturunkan tanpa adanya tujuan, semua kata dalam Quran memiliki makna yang sangat mendalam. Ada beberapa ulama yang memiliki fokus mendalami struktur kata untuk menyelami mutiara Qur’an, contohnya Ustadz Nouman Ali Khan.

Beberapa langkah diatas, semoga bisa membantu teman-teman untuk memulai tadabur ya. InsyaAllah di tulisan selanjutnya saya akan mengulas teknik menulis hasil tadabur kita dalam jurnal. Barakallahu fiik 🙂

Posted on Leave a comment

Menentukan Topik Qur’an Journaling

Sebelum membaca tulisan ini, saya sarankan teman-teman untuk membaca terlebih dulu dua tulisan sebelumnya Me Time dengan Qur’an Journaling dan Persiapan Sebelum Qur’an Journaling yaa. InsyaAllah tulisan ini akan menyampaikan cara memilih topik untuk membuat QJ.

Kalau kita merasa bingung harus mulai dari ayat mana saat membuat Qur’an Journaling, kita bisa mencoba 5 cara dibawah ini.

  • Mulai dari ayat yang sudah kita hafal atau surah yang memiliki keutamaan seperti Al-Fatihah. Memahami ayat yang sudah dihafal akan sangat membantu kita untuk bisa mengamalkan keutamaan dari ayat yang ditadaburi sehingga  InsyaAllah dengan tafik dari Allah kita bisa lebih khusyu dalam shalat.

  • Mulai dari ayat favorit. Pasti kamu punya ayat favorit kan? Bisa jadi ayat ini adalah ayat yang paling menggugah hati atau kita jadikan pegangan hidup. Mulailah menulis QJ dari ayat tersebut, ayat yang memiliki keterikatan hati biasanya akan mendorong kita untuk memiliki keinginan yang kuat dalam merenungi sekaligus mengamalkannya.

  • Fokus dan berurutan. Untuk seseorang yang memiliki cara belajar lebih terstuktur memilih ayat dengan cara terfokus dapat membantumu untuk bisa memahami suatu ayat dengan lebih utuh. Misal kamu sedang ingin belajar surah Al-Mulk, maka setiap hari atau setiap pekan kamu mempelajari dan membuat QJ surah Al-Mulk secara berurutan dari ayat pertama hingga akhir, atau bisa juga memulai dari surah-surah pendek.

  • Random. Mungkin pernah saat membaca Al-Qur’an kita menemukan satu ayat yang menarik nih, rasanya gue banget dan pas dengan kondisi yang lagi dihadapi. Lalu hati kamu tergerak untuk mempelajarinya lebih dalam dan ingin merekam kenanganmu dengan ayat itu dalam Qur’an Jurnal.

  •  Tematik. misal akhir-akhir ini kamu merasa sering tidak bisa mengontrol emosi, terkesan mudah melampiaskan marah dan sulit mengendalikan diri. Kamu ingin berubah. Lalu kamu pun berusaha mencari ayat-ayat yang memiliki topik yang sama yaitu tentang kisah-kisah orang yang sabar dalam Al-Qur’an. Buatlah QJ sebagai upaya untuk menenangkan diri.

Alhamdulillah, kita sudah belajar beberapa persiapan sebelum memulai QJ. InsyaAllah di tulisan selanjutnya saya akan menyampaikan step by step tadabbur Qur’an. 

Akan lebih baik jika teman-teman mencoba dulu setiap tahapan yang sudah dipelajari sebelum melanjutkan ke tulisan selanjutnya. Barakallahu fiik. Selamat mencoba 🙂

Posted on Leave a comment

Persiapan Sebelum Qur’an Journaling

Sebelum membaca tulisan ini ada baiknya teman-teman membaca dulu tulisan sebelumnya supaya pembahasannya utuh.

Baca Juga : Me Time dengan Qur’an Journaling .

Oke, setelah mengenal apa itu Qur’an Journaling dan manfaatnya, InsyaAllah di tulisan ini saya akan mengulas tentang ..

Apa aja sih yang harus kita lakukan sebelum memulai Qur’an Journaling?

Setting Niat

Hal paling mendasar yang harus kita lakukan sebelum memulai sesuatu adalah mengenali alasan (niat) dan menetapkan tujuan dari suatu tindakan.

Tanyakan terus pada diri kita,

🌹 Kenapa saya harus melakukan ini?
🌹 Apa manfaatnya untuk kehidupan dunia dan akhiratku?
🌹 Ingin menjadi apa diriku setelah melakukan tadabbur dan Qur’an Journaling?

Misalnya, memulai Qur’an Journaling karena ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an, bisa memahami maksud dari diturunkannya suatu ayat, sehingga saya bisa lebih khusyu dalam shalat. Atau, ingin membersihkan hati dengan belajar Al-Qur’an, karena tidak ada sebaik-baik obat bagi hati selain merenungi Al-Qur’an.

Berusahalah untuk selalu jujur dalam berniat, karena niat yang lurus akan menjaga semangatmu saat berusaha mendekati Al-Qur’an. Niat juga yang akan memudahkan kita dalam mengambil pelajaran dari Al-Qur’an. Sesederhana apapun niatmu, pastikan didalamnya ada keinginan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan.

Siapkan Adab Terbaik

Ketika menulis QJ artinya kita juga sedang berinteraksi dengan ayat Qur’an. Kita mempelajari kalamullah yang mulia. Untuk itu, kita perlu menyiapkan adab terbaik saat melakukan Qur’an journaling. Usahakan berwudhu dan berdoa dulu sebelum memulai QJ.

Menulis QJ layaknya kita sedang menuntut ilmu, maka kita harus berusaha menghiasi diri dengan akhlak yang baik dalam prosesnya. Dengan memperhatikan adab, semoga Allah berkenan memberi kemudahan pada kita untuk bisa memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya.

Referensi dan Alat Tulis

Sebelum kita latihan membuat QJ ada baiknya kita sama-sama tanamkan dulu mindset bahwa tujuan dari QJ ini adalah merekam perjalanan belajar Al-Quran kita dengan tulisan tangan.

Lebih jauh lagi, dengan QJ kita berusaha mengikat ilmu, rasa dan interaksi kita dengan Al-Qur’an dalam sebuah catatan agar bisa membantu kita lebih dekat dengan kalamullah dan memudahkan dalam mengamalkannya, agar Allah ridha sama kita.

Tujuan dari membuat QJ bukan tentang kreatif, menarik, atau bagus tidaknya hasil QJ kita. QJ bisa dibuat dalam catatan yang sangat simple sekalipun.

Jadi meskipun kita hanya memiliki modal sebuah buku dan pena tanpa pernak-pernik lainnya, selagi Allah berikan nikmat untuk bisa menulis maka syukurilah nikmat itu dengan menuliskan hasil tadabburmu dalam catatan. 

Selanjutnya kita juga memerlukan referensi untuk sumber tadabur kita. Karena untuk memahami dan merefleksikan Al-Qur’an kita pun harus mencari pembahasan dari ulama terkait maksud ayat. Kita bisa merujuk dari tafsir, kajian para ustadz, dan bacaan buku yang mendukung.

Oke, InsyaAllah di tulisan selanjutnya saya akan mengulas cara memilih ayat untuk tadabur melalui qur’an jornaling. Mohon maaf nulisnya nyicil banget  😀 Feel free kalau ada yang belum jelas dan ingin ditanyakan ya.