Posted on Leave a comment

3 Cara Menghindari Brain Overload di Video Pembelajaran

Otak kita – dan otak murid kita pastinya – punya yang namanya Cognitive Load, alias beban kognitif. Semakin berat beban kerja otak, semakin sulit informasi dicerna. Makanya kita perlu bikin video pembelajaran yang ‘ringan’, gampang dicerna sama audiens kita. Tapi, gimana caranya?

Menurut Om John Sweller, yang mengusulkan teori ini, cognitive load itu bisa dibagi jadi 3 jenis:

  1. Intrinsic load: kapasitas otak yang berkaitan sama informasi yang lagi dicerna. Contoh di video pembelajaran: materi yang disampein sama guru di video.
  2. Extraneous load: kapasitas otak buat ngurusin hal-hal yang ga berkaitan sama informasi yang lagi dicerna. Contoh: di video kamu lagi jelasin tentang bakso, tapi gambar yang muncul di video adalah gambar soto. 
  3. Germane load: kapasitas otak buat ngaitin informasi yang baru dipelajari sama informasi yang udah ada di dalem otak. Contoh: pembahasan di video dikaitkan sama pengalaman audiens.

Nah, biar video pembelajaran mudah dipahami sama audiens kita harus mengelola ketiga jenis cognitive load ini dengan cara mengoptimalkan intrinsic load, mengurangi extraneous load dan maksimalkan germane load. Maksudnya gimana?

Gini… Ibaratkan informasi yang mau kita sampein ke audiens itu adalah pizza. Biar pizza ini gampang dicerna, kita perlu ngelakuin beberapa hal. Semisal motong pizza nya jadi ukuran yang lebih kecil, pastiin pizza nya empuk dan lain sebagainya. Nah mirip kayak bikin pizza, kita bisa mengoptimalkan intrinsic load dengan cara:

  • Sajikan video dalam durasi yang relatif pendek antara 1,5 -5 menit. ga usah panjang-panjang. Jadi pastikan materinya juga ga banyak
  • Pake bahasa yang gampang dimengerti. Hindari istilah-istilah yang sulit dicerna
  • Pake visual yang membantu penyampaian materi

Nah, pizza nya udah gampang dicerna. Langkah berikutnya, kita perlu bener-bener mastiin rasa pizza nya enak. Kita perlu kasih topping yang enak, pastiin bahan-bahannya seger dan penuh gizi. Dalam membuat video pembelajaran kita bisa bikin video nya ‘enak’ dengan cara memaksimalkan germane load. Caranya gimana?

  • Buat jelasin materi yang kompleks, kita bisa pake analogi yang gampang dimengerti
  • Jelasinnya boleh pake story telling, pake cerita yang umum
  • Kasih contoh biar makin paham
  • Ajak audiensnya mikir, dll

Biar pizza nya makin kerasa jauh lebih mantap, kita bisa buat suasana pas makan pizza nyaman bener. Bikin ruangannya adem, mejanya rapi dan bersih, tambahin aroma-aroma penggugah selera dan sebagainya. Kita perlu meminialkan gangguan saat makan pizza. Kalo dianalogikan di video pembelajaran kita juga bisa meminimalkan extraneous load dengan cara:

  • mastiin audio nya jelas, suaranya ga kekecilan dan ga kekencengan dan ga berisik
  • hindari make gambar-gambar ga jelas yang berkaitan sama materi yang dibahas
  • kurangi hal-hal ga penting di video pembelajaran; misalnya tulisan yang muter-muter, jenis font yang kriting-kriting, sound efek tepuk tangan yang ngacoin konsentrasi dsb

Dengan melakukan hal-hal tadi, informasi yang kompleks dalam suatu video pembelajaran bisa dicerna dengan lebih mudah oleh audiens kita. Mereka ga perlu susah-susah mikir, karena semuanya udah kita permudah.

Itu dia 3 cara untuk menghindari brain overload di video pembelajaran yang kita buat. Kuncinya ada di 3 hal: Optimalin intrinsic load dengan mencacah-cacah materi jadi bite sized alias ukuran kecil jadi mudah dipahami, maksimalin germane load dengan cara kaitin konten materi di video kita dengan real life context atau pengalaman audiens dan yang terakhir kurangi extranuous load dengan cara hindari elemen visual/audio yang ga perlu. 

Selamat mencoba menerapkan cara-cara ini dan buat audiens kita lebih mudah mencerna apa yang kita sampein. Be curious, be smart!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *