Posted on Leave a comment

Free Printable “Jurnal Tumbuhan”

Dalam Al-Quran kita sering mendapati ayat yang menceritakan tentang tanaman. Menariknya dalam beberapa ayat, tanaman seringkali menjadi perumpamaan untuk sebuah kebaikan dan amal shalih, seperti yang terdapat dalam ayat ini :

 

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (QS. Ibrahim: 24)

 

Apa yang bisa kita ambil pelajaran dari ayat ini? Artinya, ada banyak sekali hikmah pada sebuah tanaman sejak proses penciptaannya, bertumbuhnya, hingga matinya yang patut kita renungkan.

 

Melalui “Jurnal Tumbuhan” ini, InsyaAllah orangtua bersama anak bukan hanya melakukan aktivitas pengamatan yang terlihat mata, tapi juga berusaha menggali lebih dalam hikmah dibalik penciptaan tanaman.

 

Selain itu dalam “Jurnal Tumbuhan” juga kami berusaha memadukan agar semua aktivitas terintegrasi dengan Al-Qur’an, Hadits, dan proses penanaman iman.

 

Dalam printable Jurnal Tumbuhan InsyaAllah  ayah bunda akan mendapatkan  :

 

  • Kisah pengantar untuk menumbuhkan iman dan ajakan beramal shalih
  • Proses pertumbuhan tanaman dalam Al-Qur’an
  • Jurnal pengamatan yang dilengkapi dengan  jurnal syukur dan amal shalih
  • Tabel pengamatan pertumbuhan tanaman
  • Panduan menanam tanaman untuk anak
  • Jurnal Refleksi

 

Silahkan share info “Jurnal Tumbuhan” ini ke sebanyak-banyaknya teman ayah dan bunda. Klik link dibawah ini untuk mendapatkan printable.  Barakallahu fiikum 

 

Posted on Leave a comment

Free Printable Spesial Idul Adha “Qur’an Journaling for Kids : Surah Al-Kautsar”

Menyambut hari raya Idul Adha bersama anak melalui aktivitas Qur’an Journaling? Kenapa tidak! 

 

Tidak lama lagi umat muslim akan merayakan Idul Adha. Momen ini tentunya bisa kita manfaatkan untuk mengajak ananda tadabur bersama ayat tentang kurban dalam Qur’an. 

 

Kali ini @thequranjournal.id dan @educafamilia menghadirkan printable gratis spesial idul adha untuk membantu Ayah Bunda memaknai Surah Al-Kautsar bersama ananda di rumah. 

 

Pada printable “Qur’an Journaling for Kids : Surah Al-Kautsar” ini, Ayah dan Bunda akan mendapat : 

 

✅ Panduan singkat cara bertadabur dengan anak melalui qur’an journaling.

✅ Panduan memulai dialog iman 

✅ Lembar dokumentasi dialog iman dan tadabur bersama ananda. 

✅  Flashcard bahasa arab hewan kurban. 

✅ 15 worksheet berkaitan kurban untuk anak mulai usia 4 tahun. 

 

Untuk mendapatkan printable ini, ikuti langkah berikut:

 

1. Follow akun @educafamilia dan @thequranjournal.id

2. Repost info ini di akun instagram (story/feed), sambil mengajak minimal 5 kawanmu (mention akunnya). 

3. Di feed atau story tersebut, tuliskan alasan mengapa Ayah Bunda ingin memiliki printable Qur’an Journaling for Kids : Surah Al-Kautsar. 

4. Setelah semua langkah di atas dilakukan, Ayah Bunda bisa mengunduh printable dengan mengisi form disini.

Posted on Leave a comment

Cara Menulis Qur’an Journaling

Tidak ada aturan baku dalam mendokumentasikan hasil tadaburmu  dalam Qur’an Journaling.

Tapi untuk memantik dan memudahkan kamu dalam menyusunnya maka tentukan poin-poin apa saja yang ingin kita pelajari dan tulis dari ayat yang sedang ditadabburi, seperti :

📝 Ayat dan terjemah : tulis ayat yang ingin kamu tadabburi dan terjemahnya untuk memudahkan kamu saat mengingat dan mempelajarinya kembali.

📚 Penjelasan ayat : tuliskan hasil tadabbur yang sudah kamu pelajari dari membaca tafsir rujukan atau kajian para ulama. Tulis poin-poin penting dari hasil tadabburmu. Sampai tahap ini kamu baru mengumpulkan informasi, belum tahap refleksi, tapi informasi ini bisa membantumu untuk lebih dalam lagi saat merefleksikan ayat.

💌 Refleksi Ayat : Refleksi ayat adalah bagian yang paling personal dalam tadabbur dan quran journaling, karena satu ayat yang sama bisa memiliki refleksi yang berbeda dari setiap orang. Kaitkan ayat yang sedang ditadabburi dengan kehidupanmu, ikat semua rasa dan pikiran yang muncul saat merenunginya dalam jurnal Qur’anmu.

💡 Action Plan : Bagian ini adalah follow up dari hasil tadabbur kita, upaya agar tadabbur kita tidak berhenti hanya pada tahap memahami tapi juga mengamalkan. Maka tuliskan rencana amal shalih apa yang akan kamu lakukan setelah memahami ayat yang ditadabburi. Buatlah action plan yang mampu kita amalkan secara istiqamah meskipun amalan itu sangat sederhana.

📿 Doa : Tuliskan doa paling tulus dari hati kita, mintalah agar Allah memudahkan kita untuk bisa mengamalkan ayat yang sudah ditadabbu

Posted on 1 Comment

Tadabur Kunci Qur’an Journaling

Tadabbur adalah proses paling penting dalam Qur’an Journaling, bisa dibilang inilah ‘ruh’ Qur’an Journaling.

Semakin dalam pemahaman kita terhadap suatu ayat, semakin sering kita menghubungkan apa yang kita pelajari dari Al-Quran dengan kehidupan dan pengalaman sehari-hari, maka semakin kita mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan dalam mengatasi setiap urusan kita.

Bisakah kita semua tadabbur? InsyaAllah, jawabannya BISA. Allah tidak menurunkan Al-Qur’an untuk orang tertentu saja, maka siapapun kita bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur’an. Terlebih bagi ia yang dalam hatinya masih Allah titipkan iman. Lalu apa yang harus kita lakukan saat memulai tadabbur?

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

Saat merenungi ayat ini, saya teringat, pernah suatu hari saya membaca satu ayat Al-Quran, dan entah kenapa rasanya hati sangat tersentuh dengan ayat itu. Lain waktu saya baca lagi ayat yang sama, tapi kenapa ko rasanya beda? Gak semenyentuh sebelumnya.

Ternyata yang membedakan adalah kondisi hati saya saat membaca ayat itu. ⁣
⁣⁣
Al-Qur’an adalah cahaya. Dalam interaksi dengan manusia, Al-Qur’an menyesuaikan diri dengan bagaimana manusia bersikap padanya. Jika manusia membuka hati maka Al-Qur’an akan melimpahkan cahayanya dengan mudah. Namun jika manusia menutup hati maka cahaya akan sangat sulit sekali masuk.⁣

Hal pertama yang harus dilakukan ketika memulai tadabbur adalah membuka hati. Memastikan hati kita berada di dalam kondisi siap untuk menerima setiap pelajaran sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk kita yang disampaikan-Nya dalam Al-Qur’an.

Karena kunci dari tadabbur adalah berusaha mengoneksikan hati kita dengan Al-Qur’an.

Bagaimana cara tadabbur?

Ada beberapa cara yang bisa kita coba untuk melakukan tadabbur. InsyaAllah saya akan mengulas 2 cara sesuai urutan yang paling mudah.

Maknai ayat secara personal

Tadabbur sepenuhnya tentang refleksi kita terhadap suatu ayat untuk kita ambil pelajarannya dalam kehidupan. Maka, saat kita membaca ayat yang mendeskripsikan suatu hal, maka refleksikan pada diri. Bacalah penjelasan singkat tentang ayat. Lalu berusahalah untuk menghubungkan ayat yang dibaca dengan keadaan kita. Semakin kita berusaha memaknai pelajaran dari suatu ayat secara personal, semakin kita bisa merasa terhubung dengan Al-Quran.

Tanyakan minimal 3 hal ini saat kita sedang bertadabbur :

🌹 Apa yang kamu rasakan setelah membaca ayat ini?
🌹 Adakah ayat ini mengingatkanku pada suatu pengalaman dalam hidupku?
🌹 Apa yang akan kuperbaiki setelah membaca ayat ini?

Contoh, ketika sedang membaca ayat tentang ciri-ciri orang yang beriman, tanyakan pada diri kita, apakah kita sudah memiliki ciri-ciri yang disebutkan dalam ayat tersebut? Jika belum, apa yang harus aku lakukan untuk meraihnya?

Memaknai dengan mencari referensi

Ketika kita mulai terbiasa memaknai secara personal, biasanya hati kita akan terlatih menjadi lebih sensitif saat bertemu dengan suatu ayat. Ada keinginan untuk menambah level dalam memahami ayat tersebut dengan lebih utuh. Kita merasa perlu untuk mencari referensi agar pemahamanmu semakin mendalam.

Apa yang kita perlukan saat mencari referensi?

🎯 Mengetahui tafsir dari ayat untuk memahami makna suatu ayat berdasarkan pemikiran para mufassir yang memiliki kualifikasi di bidang ilmu Al-Qur’an. Saat ini membaca tafsir mudah untuk dilakukan, kamu bisa mengunjungi situs ibnukatsironline untuk membaca tafsir dari Ibnu Katsir atau mengunjungi tafsirweb untuk membaca tafsir dari mufassir lainnya.

🎯 Mencari tahu asbabun nuzul atau sebab-sebab diturunkannya suatu ayat. Seringkali ada kisah yang mengiringi turunnya suatu ayat. Memahami suatu ayat dengan mengetahui asbabun nuzulnya akan memberi pengalaman yang berbeda saat kita merenunginya, karena kita mengetahui sejarah turunnya ayat tersebut. Salah satu buku yang bisa kita jadikan rujukan adah buku Asbabun Nuzul Imam As-Suyuthi.

🎯 Mencari makna kata dalam Qur’an. Salah satu mukjizat Al-Qur’an adalah dari segi bahasanya yang indah. Tidak ada satu pun kata dalam Qur’an yang diturunkan tanpa adanya tujuan, semua kata dalam Quran memiliki makna yang sangat mendalam. Ada beberapa ulama yang memiliki fokus mendalami struktur kata untuk menyelami mutiara Qur’an, contohnya Ustadz Nouman Ali Khan.

Beberapa langkah diatas, semoga bisa membantu teman-teman untuk memulai tadabur ya. InsyaAllah di tulisan selanjutnya saya akan mengulas teknik menulis hasil tadabur kita dalam jurnal. Barakallahu fiik 🙂

Posted on Leave a comment

Menentukan Topik Qur’an Journaling

Sebelum membaca tulisan ini, saya sarankan teman-teman untuk membaca terlebih dulu dua tulisan sebelumnya Me Time dengan Qur’an Journaling dan Persiapan Sebelum Qur’an Journaling yaa. InsyaAllah tulisan ini akan menyampaikan cara memilih topik untuk membuat QJ.

Kalau kita merasa bingung harus mulai dari ayat mana saat membuat Qur’an Journaling, kita bisa mencoba 5 cara dibawah ini.

  • Mulai dari ayat yang sudah kita hafal atau surah yang memiliki keutamaan seperti Al-Fatihah. Memahami ayat yang sudah dihafal akan sangat membantu kita untuk bisa mengamalkan keutamaan dari ayat yang ditadaburi sehingga  InsyaAllah dengan tafik dari Allah kita bisa lebih khusyu dalam shalat.

  • Mulai dari ayat favorit. Pasti kamu punya ayat favorit kan? Bisa jadi ayat ini adalah ayat yang paling menggugah hati atau kita jadikan pegangan hidup. Mulailah menulis QJ dari ayat tersebut, ayat yang memiliki keterikatan hati biasanya akan mendorong kita untuk memiliki keinginan yang kuat dalam merenungi sekaligus mengamalkannya.

  • Fokus dan berurutan. Untuk seseorang yang memiliki cara belajar lebih terstuktur memilih ayat dengan cara terfokus dapat membantumu untuk bisa memahami suatu ayat dengan lebih utuh. Misal kamu sedang ingin belajar surah Al-Mulk, maka setiap hari atau setiap pekan kamu mempelajari dan membuat QJ surah Al-Mulk secara berurutan dari ayat pertama hingga akhir, atau bisa juga memulai dari surah-surah pendek.

  • Random. Mungkin pernah saat membaca Al-Qur’an kita menemukan satu ayat yang menarik nih, rasanya gue banget dan pas dengan kondisi yang lagi dihadapi. Lalu hati kamu tergerak untuk mempelajarinya lebih dalam dan ingin merekam kenanganmu dengan ayat itu dalam Qur’an Jurnal.

  •  Tematik. misal akhir-akhir ini kamu merasa sering tidak bisa mengontrol emosi, terkesan mudah melampiaskan marah dan sulit mengendalikan diri. Kamu ingin berubah. Lalu kamu pun berusaha mencari ayat-ayat yang memiliki topik yang sama yaitu tentang kisah-kisah orang yang sabar dalam Al-Qur’an. Buatlah QJ sebagai upaya untuk menenangkan diri.

Alhamdulillah, kita sudah belajar beberapa persiapan sebelum memulai QJ. InsyaAllah di tulisan selanjutnya saya akan menyampaikan step by step tadabbur Qur’an. 

Akan lebih baik jika teman-teman mencoba dulu setiap tahapan yang sudah dipelajari sebelum melanjutkan ke tulisan selanjutnya. Barakallahu fiik. Selamat mencoba 🙂

Posted on Leave a comment

Persiapan Sebelum Qur’an Journaling

Sebelum membaca tulisan ini ada baiknya teman-teman membaca dulu tulisan sebelumnya supaya pembahasannya utuh.

Baca Juga : Me Time dengan Qur’an Journaling .

Oke, setelah mengenal apa itu Qur’an Journaling dan manfaatnya, InsyaAllah di tulisan ini saya akan mengulas tentang ..

Apa aja sih yang harus kita lakukan sebelum memulai Qur’an Journaling?

Setting Niat

Hal paling mendasar yang harus kita lakukan sebelum memulai sesuatu adalah mengenali alasan (niat) dan menetapkan tujuan dari suatu tindakan.

Tanyakan terus pada diri kita,

🌹 Kenapa saya harus melakukan ini?
🌹 Apa manfaatnya untuk kehidupan dunia dan akhiratku?
🌹 Ingin menjadi apa diriku setelah melakukan tadabbur dan Qur’an Journaling?

Misalnya, memulai Qur’an Journaling karena ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an, bisa memahami maksud dari diturunkannya suatu ayat, sehingga saya bisa lebih khusyu dalam shalat. Atau, ingin membersihkan hati dengan belajar Al-Qur’an, karena tidak ada sebaik-baik obat bagi hati selain merenungi Al-Qur’an.

Berusahalah untuk selalu jujur dalam berniat, karena niat yang lurus akan menjaga semangatmu saat berusaha mendekati Al-Qur’an. Niat juga yang akan memudahkan kita dalam mengambil pelajaran dari Al-Qur’an. Sesederhana apapun niatmu, pastikan didalamnya ada keinginan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan.

Siapkan Adab Terbaik

Ketika menulis QJ artinya kita juga sedang berinteraksi dengan ayat Qur’an. Kita mempelajari kalamullah yang mulia. Untuk itu, kita perlu menyiapkan adab terbaik saat melakukan Qur’an journaling. Usahakan berwudhu dan berdoa dulu sebelum memulai QJ.

Menulis QJ layaknya kita sedang menuntut ilmu, maka kita harus berusaha menghiasi diri dengan akhlak yang baik dalam prosesnya. Dengan memperhatikan adab, semoga Allah berkenan memberi kemudahan pada kita untuk bisa memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya.

Referensi dan Alat Tulis

Sebelum kita latihan membuat QJ ada baiknya kita sama-sama tanamkan dulu mindset bahwa tujuan dari QJ ini adalah merekam perjalanan belajar Al-Quran kita dengan tulisan tangan.

Lebih jauh lagi, dengan QJ kita berusaha mengikat ilmu, rasa dan interaksi kita dengan Al-Qur’an dalam sebuah catatan agar bisa membantu kita lebih dekat dengan kalamullah dan memudahkan dalam mengamalkannya, agar Allah ridha sama kita.

Tujuan dari membuat QJ bukan tentang kreatif, menarik, atau bagus tidaknya hasil QJ kita. QJ bisa dibuat dalam catatan yang sangat simple sekalipun.

Jadi meskipun kita hanya memiliki modal sebuah buku dan pena tanpa pernak-pernik lainnya, selagi Allah berikan nikmat untuk bisa menulis maka syukurilah nikmat itu dengan menuliskan hasil tadabburmu dalam catatan. 

Selanjutnya kita juga memerlukan referensi untuk sumber tadabur kita. Karena untuk memahami dan merefleksikan Al-Qur’an kita pun harus mencari pembahasan dari ulama terkait maksud ayat. Kita bisa merujuk dari tafsir, kajian para ustadz, dan bacaan buku yang mendukung.

Oke, InsyaAllah di tulisan selanjutnya saya akan mengulas cara memilih ayat untuk tadabur melalui qur’an jornaling. Mohon maaf nulisnya nyicil banget  😀 Feel free kalau ada yang belum jelas dan ingin ditanyakan ya.

Posted on Leave a comment

Me Time dengan Qur’an Journaling

Al-Qur’an sepenuhnya adalah ilmu yang didalamnya terkandung banyak hikmah, Allah turunkan Al-Qur’an untuk menemani dan menjadi petunjuk bagi kita dalam menjalani kehidupan.

Jika hati kita saat ini sedang mencari cara agar dapat berinteraksi dengan Al-Qur’an secara mendalam, bagaimana agar bisa terhubung kembali dengan Al-Qur’an, bagaimana agar bacaan Qur’anmu tidak sebatas di lisan tapi juga punya impact dalam kehidupan, mungkin inilah saatnya bagi kita untuk mengenal Qur’an Journaling.

APA ITU QUR’AN JOURNALING?

Sebagian dari kita mungkin tidak asing lagi dengan aktivitas journaling. Bahkan bisa jadi sudah terbiasa melakukannya. Berbeda dengan catatan biasa yang sifatnya hanya mencatat informasi-informasi penting saja, journaling punya tujuan yang lebih spesifik. Termasuk Qur’an Journaling.

Sederhananya, Quran Journaling adalah aktivitas mencatat berbagai momen yang kita rasakan saat membaca Qur’an dengan memaknai dan memahami ayatnya, merefleksikannya dalam kehidupan kita, mengambil hikmah dari tadabbur yang dilakukan, kemudian mengikat semuanya dalam jurnal pribadi kita. Tujuannya, untuk mendorong kita agar memikirkan dan merenungkan ayat-ayat Allah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan.

Dalam Qur’an Journaling kita bukan hanya sekedar mencatat informasi baru tapi kita juga akan dilatih untuk lebih reflektif, sehingga bukan hanya tangan kita yang aktif tapi hati kita juga terkoneksi dengan ayat Qur’an yang sedang kita refleksikan.

KENAPA HARUS QUR’AN JOURNALING?

  • Saat menafsirkan surah Al-Alaq ayat 4 :

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

“Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.”

As-Sa’di menyampaikan bahwa pena adalah penjaga ilmu yang telah Allah karuniakan untuk menjadi modal kita dalam belajar. Allah mengawali Islam dengan seruan dan ajakan untuk membaca dan menulis, karena di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar. Kalau Allah sudah sampaikan bahwa ada manfaat besar dibalik pena yang digoreskan untuk melestarikan ilmu, masihkah kita ragu untuk memulainya?

  • Rasulullah menganjurkan kita untuk mengabadikan ilmu yang kita dapat dengan menulis.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ

“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434)

Yang dimaksud dengan qayyidul ‘ilma adalah perintah untuk menguatkan dan mengikat agar tidak sampai lepas (dengan menuliskannya). Kekuatan ingatan manusia itu terbatas, jika ilmu hanya didengar maka perlahan ilmu itu akan semakin pudar. Banyak penelitian yang menyampaikan manfaat dari menulis dengan tangan. Menulis bisa melatih fokus dan membantu ingatan menjadi lebih kokoh. Jika semua kelebihan dalam menulis ini kita manfaatkan untuk Al-Qur’an, maka InsyaAllah perlahan Allah beri kemudahan untuk kita bisa mempelajarinya.

QUR’AN JOURNALING SEBAGAI MEDIA SELF HEALING

Ada beberapa momen dalam kehidupan dimana saya merasa sangat kalut saat menghadapi berbagai ujian baik di dalam rumah maupun di luar.

Contoh kecil ketika saya merasa overload dengan amanah rumah tangga, seringkali saya menenangkan diri dan memberi jeda dengan melakukan Qur’an Journaling. Saya coba cari ayat yang topiknya sesuai dengan suasana hati dengan harapan Al-Qur’an bisa menjadi obat yang menenangkan. Saya resapi dan gali hikmah dari ayat tersebut. Lalu saya tuliskan semua yang tengah dirasakan dan hasil refleksi saya dalam Qur’an Journaling.

Qur’an Journaling benar-benar membantu pikiran yang awalnya penuh dan kalut menjadi lebih tenang dan lega. Karena proses menulis dengan tangan membuat otak memproses sesuatu dengan lebih rileks. Saat pikiran rileks maka perasaan dan tindakan akan berjalan dengan lebih baik. Emosi negatif yang terasa perlahan terurai berubah menjadi emosi yang positif atas pertolongan Allah.

Dan yang lebih penting dari semua itu, saya semakin meyakini janji Allah bahwa Al-Qur’an adalah syifaa yang bisa menyembuhkan hati dan raga kita. Maka ketika kita sedih, ketika hati kita tengah mencari semangat, dekatilah Al-Qur’an. Saat kita mencari solusi dari setiap permasalahan kita, kembalilah pada Al-Qur’an. Catatlah setiap insight yang kita temukan dengan Qur’an Journaling agar hasil tadabbur kita semakin terikat kuat dalam ingatan dan hati. 

Lalu bagaimana cara memulai Qur’an Journaling? InsyaAllah di tulisan selanjutnya kita akan belajar cara membuat Quran Journaling dengan cara yang mudah 😊

Posted on Leave a comment

DIY : Cara Mudah Membuat Busy Board

Naufal lagi ada di fase penasaran banget sama colokan, stop kontak, dan kunci pintu.⁣
Daripada banyak dilarang, kami pikir akan lebih baik kalau difasilitasi aja dengan benda serupa yang lebih aman. ⁣

Akhirnya semalam kami coba buat Busy board dengan barang-barang yang ada di rumah. Kebetulan kemarin ada rak buku yg roboh tapi masih bagus beberapa papan kayunya. Terus kami coba cari beberapa objek yg udah gak dipakai di rumah tapi masih bisa dimanfaatkan seperti tutup botol, toples plastik kecil, klip bekas tisu basah, lampu tempel. ⁣

Mungkin banyak yg udah gak asing lagi dengan Busy board. Sederhananya busy board ini adalah papan yang ditempeli banyak objek yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari untuk stimulus motorik kasar dan halus anak. Di busy board ini anak akan belajar beberapa keterampilan seperti menekan, memutar tutup botol, meronce, dll. ⁣

Nah, kebanyakan busy board ini dijual dengan harga yg cukup menguras dompet (eh tapi ini tergantung kondisi dompet keluarga juga sih 😂). Dengan buat sendiri InsyaAllah nggak banyak mengeluarkan biaya. Untuk buat Busy board ini kami hanya perlu beli beberapa objek tambahan dan itu gak sampai 50rb. 😊⁣

Bahan yang diperlukan :⁣

– Papan kayu MDF⁣
– Lem tembak⁣
– Palu⁣
– Paku⁣
– Paku kabel⁣
– Stop Kontak⁣
– gantungan baju⁣
– tutup botol⁣
– toples plastik kecil (lubangi) ⁣
– kunci slot⁣
– kunci gembok⁣
– lampu tempel⁣
– resleting⁣
– gagang pintu⁣
– lego rantai⁣
– tali sepatu⁣

Selamat mencoba..⁣

Posted on Leave a comment

Jangan ta’aruf Sebelum Menyiapkan Pertanyaan ini!

Belakangan ini ramai para pemuda-i yang melakukan proses ta’aruf sebagai bentuk ikhtiar mendapatkan pasangan hidup yang diidam-idamkan. Sebagai pelaku proses ta’aruf, teman-temanku (terlebih yang akan menikah) sering bertanya-tanya kepadaku tentang hal-hal penting yang akan perlu dilakukan saat melakukan ta’aruf. Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah,

Gimana caranya kita bisa tau kalo dia emang 'tepat' buat jadi pendamping hidup kita?

Wajar sih. Namanya juga kita ga pengen salah pilih pasangan kan? Menikah itu kan diusahakan seumur hidup sekali. Jadi memang kita perlu mastiin kalo dia emang pasangan yang paling tepat untuk menemani hidup kita. Aku garis bawahi paling tepat ya, bukan paling pas. Karena namanya pasangan ga mungkin ada yang 100% pas. Bagi yang udah nikah pasti ngerti, namanya pasangan pasti ada aja ‘ga pas’ nya.

Nah balik lagi ke pertanyaan tadi: jadi gimana cara nyari tau kalo emang doi itu tepat menjadi teman hidup kita? Setiap orang pasti punya caranya masing-masing untuk mengenal calon pendamping hidupnya. Apapun caranya, yang jelas ga ada satu cara yang pasti ampuh untuk semua orang. Dari pengalamanku pake proses ta’aruf sebelum nikah, ini langkah-langkah yang aku lakuin untuk mastiin bahwa aku ga salah pilih. Mungkin bisa jadi referensi buat kamu yang lagi (mau) jalanin ta’aruf sama calon suami/istri kamu.

Apa jadinya kalo temen kamu atau sodara kamu ngelakuin sesuatu yang bertentangan sama prinsip kamu? Misalkan kamu orang yang punya prinsip orangtua nomer satu. Tapi ternyata temen kamu ngelecehin orangtua kamu di depan kamu. Rasanya gimana? pasti kesel banget sama orang itu kan?

Nah, bayangin kalo kamu ngadepin kondisi yang kayak gitu tiap hari. Pasti super duper ga nyaman, bawannya pasti kesel dan rasanya pengen buang orang itu jauh-jauh. 
Itu kira-kira yang bakalan terjadi kalo kamu nikah sama orang yang beda prinsip sama kamu. Makanya penting banget sebelum kamu ta’aruf, kamu tentuin hal-hal apa yang paling prinsip bagi kamu dalam memilih pasangan.

Contohnya aja nih. Istriku tuh punya prinsip yang namanya laki-laki harus bisa jadi imam (pemimpin) di keluarga yang bakalan membimbing keluarga ke surga bersama-sama. Indikator paling sederhananya adalah suaminya kelak harus bisa ngaji. Jadi kalo misalnya ga bisa ngaji, ya udah, pasti lewat. Ga lolos sebagai calon suami.

Contoh lain. Aku punya prinsip, bahwa yang namanya istri itu sudah selayaknya membersamai suami dalam mendidik anak-anak, apapun karier profesional yang dia pilih. Jadi kalo calon pasangan hidupku ga punya orientasi mendidik anak, pasti aku tolak sebagai calon istri.

Setelah kamu tau apa aja hal-hal yang prinsip banget buat diri kamu, kamu bisa lanjutin dengan nentuin hal-hal yang menurut kamu bisa kamu tolerir. Gampangnya nih, kalo misalnya calon istri kamu/suami kamu perilakunya atau kondisinya kayak gitu kamu masih bisa mentolerir.

Yang paling gampang adalah, semua hal di luar yang prinsip itu artinya bisa kamu tolerir. Kayak contohnya untuk pengalamanku waktu ta’aruf dulu. Aku ngeliat istriku orangnya natural banget (ga pake make up). Memang jarang bersolek, pakaiannya sederhana. Bagiku itu bukan hal yang prinsip. Soalnya menurutku itu cuma soal kebiasaan aja. Jadi bisa banget dilatih. Karena menurutku itu bukan masalah, ya udah aku go aja sama dia. 

Biasanya hal-hal yang bisa ditolerir ini bisa kamu cari tau selama kamu proses ta’aruf sama dia. Misalnya dari interaksi kamu selama ta’aruf kamu kan bisa liat kebiasaan dia, cara dia bicara, pola pikir dia, kondisi ekonomi dia, kondisi sosial dia dsb. Terus dari semua yang kamu tau itu kamu bisa filter mana yang prinsip buat kamu, mana yang bisa ditolerir.

Kalo kamu udah pastiin hal-hal yang prinsipil dan yang bisa ditolerir atas calon pasangan hidup kamu, berarti kamu udah siap ke tahapan yang paling kongkrit: Ajukan pertanyaan pamungkas.

Apa itu pertanyaan pamungkas?
Gampangnya pertanyaan pamungkas itu pertanyaan yang bakalan kamu ajuin ke calon pasangan kamu yang jawabannya bisa bantu kamu menilai: nih orang sejalan atau melanggar prinsip-prinsip yang aku punya?

Contohnya gini. Di bagian satu tadi aku nyampein kalo hal yang prinsip bagi istriku pas milih suami waktu itu adalah: suamiku harus bisa ngaji. Jadi akhirnya waktu ta’aruf, doi minta aku ngaji sebelum sesi ta’arufnya dimulai. 

Contoh lainnya. Berhubung hal yang prinsip bagiku adalah istriku harus memprioritaskan pendidikan anak-anak di atas kepentingan karier profesionalnya. Jadi akhirnya aku ajuin pertanyaan ke istriku waktu ta’aruf dulu. Kira-kira gini pertanyaannya:

“Nanti kalau sudah menikah, gimana rencana pengembangan karier kamu?”

Dan ternyata doi ngejawab, “Setelah menikah saya ingin menyelesaikan kuliah (waktu itu doi emang aku nikahin pas jaman kuliah). Setelah lulus ingin fokus mendidik anak-anak. Dan kalau usia anak-anak sudah cukup mandiri barulah saya mau mengembangkan karier di luar rumah.”

Dari jawaban itu aku langsung sreg. Karena emang dalam prinsipku, istri perlu membersamai suami mendidik anak-anak di rumah.

Nah itu dia 3 langkah yang aku lakukan waktu aku ta’aruf sama istriku dulu. Berdasarkan hal-hal yang prinsipil tadi, aku akhirnya merumuskan 5 pertanyaan pamungkas yang semuanya aku ajuin waktu proses ta’aruf sama istriku.

Alhamdulillah, 4 dari 5 pertanyaan pamungkas itu jawabannya sejalan banget sama hal-hal prinsipil yang aku pegang. Itulah yang membuat aku akhirnya yakin memilih dia sebagai pendamping hidupku. Setelah pertemuan ta’aruf pertama dan beberapa minggu interaksi aku jadi semakin yakin dengan pilihan yang akan aku buat. Memang sih dari ta’aruf itu aku akhirnya bisa lebih mengenali dia. Ada beberapa hal yang sebenernya emang ga sesuai ekspektasiku. Tapi berhubung hal-hal itu termasuk yang bisa aku tolerir (bukan prinsip) jadi akhirnya aku tetep memilih dia.

Atas izin Allah, selama 8 tahun kami menjalani rumah tangga ga ada pertikaian besar yang terjadi. Ga konflik yang terjadi karena hal yang prinsipil bagi kami berdua. Yang aku yakini, ini bisa terjadi karena kami sudah mengenal dan sepaat terlebih dahulu di awal tentang hal-hal yang prinsip dan hal-hal yang bisa ditolerir satu sama lain. 

Selamat mencoba, selamat menyelami diri sendiri dan calon suami/istri. Semoga mendapatkan pasangan yang tepat, yang mendukung visi dan misi kehidupan kita.

Posted on Leave a comment

Printable GRATIS : “Allah Ciptakan Diriku”

Assalamualaikum ayah bunda…

Adakah yang anak-anaknya mulai merasa jenuh belajar di rumah? Udah baca banyak buku masih bosen juga, coba crafting masih gak semangat juga, mau outing khawatir. Duh, serba salah ya 😅

Gak dipungkiri, 3 bulan belajar di rumah itu ternyata penuh perjuangan yaa buibuu 😄 Apalagi buat anak usia TK yang rentang konsentrasinya relatif masih pendek dan mudah bosan. Harus puter otak banget cari cara biar mereka gak jenuh. Iya gak?

Sama, kami di rumah juga gitu. Biasanya paling nggak dua minggu sekali kami main agak jauhan dari rumah buat variasi aktivitas, sekarang gak bisa 😆

Nah, ceritanya pekan lalu Naira mulai bosaaan, tapi dia mencoba tetap beraktivitas di rumah sambil minta dicariin printable yang isinya tentang identitas diri. Cari kesana kemari banyaknya cuma sekedar ngisi pertanyaan aja.

Saya pikir ko sayang ya, padahal ada banyak bgt hal baik yang bisa jadi bahan diskusi dari tema ini. Tentang Allah, syukur, tujuan dan hikmah penciptaan diri.

Akhirnya coba bikin sendiri. Meskipun dengan kemampuan alakadarnya, tapi isinya dibuat dengan sepenuh hati 😄

InsyaAllah di printable ini ada sedikit cerita yang mengajak anak untuk lebih mensyukuri dirinya, ayat yang berkaitan dengan penciptaan diri, mengisi identitas diri, dll.

Oya, printable ini sengaja saya buat dua versi, untuk laki-laki dan perempuan, biar ceritanya lebih mudah diterima anak.

Silakan download dan share kalau dirasa manfaat yaa. Semoga bisa menemani akhir pekan bersama anak di rumah. Semangat buibu semua 🤗

Posted on Leave a comment

Belajar Pendidikan Anak Usia Dini dari Finlandia

Di tahun 2019 lalu, Finlandia memperoleh index Worldwide Educating for the Future Index terbaik di dunia. Sederhananya dapat dikatakan bahwa secara sistemik pendidikan di Finlandia membantu setiap anak untuk siap menghadapi masa depan.

Menariknya, sistem pendidikan ini dimulai dari anak usia dini.

Bagaimana pendidikan anak usia dini di Finlandia? Pada tanggal 17 Februari lalu Educa Familia mengadakan EduChat – belajar lewat obrolan bersama bunda Nurfiitriani, seorang ibu rumah tangga sekaligus co founder sainspop yg tinggal di Finlandia selama beberapa tahun.

Kita banyak belajar tentang bagaimana peran pemerintah dalam pendidikan anak usia dini di Finlandia. Kita juga jadi banyak tahu bagaimana pola pengasuhan orang Finlandia terhadap anak-anaknya yang masih balita.

Bagi Anda yang belum sempat ikut diskusinya, silakan unduh materi diskusi dengan cara klik tombol berikut ini ya.

Sampai jumpa di Edu Chat berikutnya!

Posted on Leave a comment

Mengenalkan Emosi dengan Playdough Wajah

Tujuan aktivitas:

  • Mengenal berbagai emosi yang dirasakan
  • Mengetahui cara mengekspresikan emosi yang dirasakan
  • Melatih motorik halus anak melalui media yang dibuat.

Bahan yang digunakan:

  • Kertas bergambar wajah polos (tanpa mata, hidung, bibir, telinga)
  • Kartu bergambat ekspresi wajah senanh, sedih, kecewa, dll
  • Plqydough

Tahapan aktivitas:

  • Ajak anak untuk berdiskusi tentang perasaannya. Pagi ini apa yang sedang ia rasakan?
  • Tunjukkan kartu bergambar ekspresi wajah dan beri pemahaman kalau ekspresi wajah itu macam2 dan biasanya menunjukkan apa yang seseorang rasakan.
  • Arahkan anak untuk membuat ekspresi wajah dalam kertas bergambar wajah polos dengan bantuan playdough.”
Posted on Leave a comment

Mengenalkan Warna dengan Cap Tangan Berwarna

Usia Anak: 2 tahun

Tujuan belajar:
Melatih kemampuan motorik halus, melatih kemampuan mengenal warna


Tahapan belajar:

  1. Siapkan cat warna (merek apapun)
  2. Pilih 3 warna yang diinginkan anak
  3. Oleskan cat warna (boleh 1 warna, boleh campur beberapa warna) ke tangan kanan
  4. Pastikan seluruh bagian telapak tangan telah diolesi cat warna
  5. Tempelkan tangan yang sudah diolesi cat warna ke kertas kosong
  6. Lakukan untuk variasi warna yang lain

Posted on Leave a comment

Belajar Seru Konsep Udara dengan Roket Balon

Tujuan Belajar:
Mengenalkan konsep udara ke anak balita (usia 5 tahun)

Bahan yang diperlukan : ⁣
– Balon⁣
-sedotan Panjang⁣
-gambar roket⁣
-benang Kasur⁣
– lakban ⁣

Tahapan aktivitas :⁣
– Ikatkan salah satu ujung benang ke benda pengait ⁣
– Masukkan benang ke dalam sedotan⁣
– Bentangkan benang hingga jarak antara 3-5 meter⁣
– Bentangkan benang sehingga benang tidak kendur⁣
– Ikatkan ujung benang satunya ke benda pengait lainnya ⁣
– Tiup balon hingga cukup besar, lalu ikat dengan ikatan yang mudah dilepas⁣
– Rekatkan balon ke sedotan menggunakan selotip⁣
– Rekatkan roket ke salah satu sisi kanan/kiri balon
– Buka ikatan dan amati roket yang meluncur akibat gaya dorong dari balon⁣. ⁣

Posted on Leave a comment

Belajar Melestarikan Alam Di Jendela Alam Bandung

Sebagai keluarga homeschooler, belajar di luar rumah adalah salah satu agenda yang wajib dilakukan. Setiap bulan, kami memiliki agenda #EduTrip ,agenda belajar melalui perjalanan.

Kebetulan tema belajar naira bulan ini tentang hewan. Jadi, kami putuskan untuk mengadakan #EduTrip ke Jendela Alam, Bandung. Ada apa aja disana dan bagaimana naira belajar di sana? simak selengkapnya di video ini yuk!

Posted on Leave a comment

Science Play Day #2: MEJIKIMIA

Tahu ga sih?
Ternyata dengan menggunakan beberapa bahan kimia alami yang ada pada tanaman, kita bisa bermain sulap warna-warni lho! 😱

Yuk, ajak si kecil bermain sulap warna bersama Educa Familia di acara
Science Play Day #2: MEJIKIMIA

Catat waktu dan tempat nya ya!
🗓 Minggu, 24 November 2019
⏰ 09.30 s/d 11.30 WIB
📍Ruang Baca The Green City View. Jl Jatihandap KM 01, Kec. Mandalajati. htpp://bit.ly/PerpustakaanGCV

Perlengkapan yang dibawa:

– gelas plastik bening 3 buah

– palet cat air berwarna putih/bening

– snack dan tumblr untuk minum

informasi Pendaftaran

– Diperuntukkan untuk anak usia 5-10 tahun

– Harga tiket masuk Rp 15.000 (sudah termasuk kit eksperimen)

Yuk, rasakan keseruan belajar sains dengan aktivitas yang seru dan menyenangkan bersama Educa Familia.

Klik http://bit.ly/DaftarPlayDayEducaFamilia untuk mendaftar sekarang juga.
Terbatas untuk 25 pendaftar pertama!

Posted on 1 Comment

Anti Bosan Belajar Hijaiyah dengan Printable Eskrim Hijaiyah

“Nairaaa, kita baca iqro yuk!” pekik bunda.
“Gak mau ah bunda, Naira mau main aja!” Naira menjawab dengan tidak semangat.

Familiar dengan situasi ini, bun? Jangan khawatir, bunda tidak sendiri. Hehe 😊

Mengenalkan huruf-huruf Alquran pada anak usia dini memang punya tantangan tersendiri. Selain karena rentang konsentrasi anak yang masih pendek, anak juga cenderung lebih mudah jenuh saat belajar. Sehingga kita juga diharapkan bisa membuat media belajar yang kreatif untuk menarik perhatian dan memastikan si kecil tidak mudah jenuh dalam prosesnya.

Meskipun mengajarkan huruf hijaiyah sejak dini masih menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, tapi saya meyakini bahwa tidak masalah mengenalkan huruf hijaiyah pada anak selagi kita tetap memerhatikan cara belajar yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya.

Saya mengenalkan Naira dengan huruf hijaiyah sejak masih bayi. Saat itu tidak ada ekspektasi apa-apa kecuali ingin Naira lebih banyak terpapar dengan huruf Alquran.

Media yang dibuat sebagian besar membuat sendiri dari bahan-bahan yang mudah didapatkan. Contohnya, saya membuat poster hijaiyah dengan warna-warna high contrast untuk merangsang penglihatan bayi. Lalu saya buat kartu hijaiyah bertekstur untuk stimulasi indera perabanya, dan yang lainnya. InsyaAllah DIY media belajar hijaiyah yang pernah saya buat akan saya ulas di tulisan yang lain ya supaya lebih jelas.

Nah, semakin besar Naira, adakalanya dia menolak untuk belajar hijaiyah. Sempat waktu itu saya kebingungan karena Naira mandeg baca iqro sampai 2 pekan. Saya paham, mungkin Naira bosan dengan cara belajarnya selama ini. Tapi kalau dibiarkan kok sayang ya, khawatir malah berhenti dan hilang semangatnya. Akhirnya saya dan ayahnya cari cara supaya Naira mau belajar iqro lagi.

Terpikirlah untuk membuat printable Eskrim hijaiyah ini. Alhamdulillah, ternyata ampuh untuk mengatasi kejenuhan Naira saat itu. Menariknya dari printable ini ayah bunda bisa membuat banyak variasi belajar hijaiyah yang sesuai dengan usia dan ketertarikan anak.

Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan menggunakan printable hijaiyah ini, seperti berikut ini:

Membuat poster hijaiyah.

Anda bisa mengajak anak-anak untuk menempelkan es krim hijaiyah di dinding dan membentuknya menjadi seperti sebuah poster. Melalui aktivitas ini kemampuan anak menyusun benda secara rapi jadi terlatih.

Menara Es Krim Hijaiyah

Ajaklah anak Anda menyusun es krim secara bertumpuk tumpuk hingga berbentuk seperti menara. Saat melakukan aktivitas ini naira sangat antusias. Sepertinya ia membayangkan benar-benar ada es krim setinggi itu untuk bisa dimakan.

Mengelompokkan eskrim hijaiyah sesuai warnanya

Pada tahap perkembangan anak usia 2 tahun, mereka sedang belajar untuk mengenali warna dan belajar untuk mengelompokkan benda berdasarkan warna. Jadi aktivitas ini akan membantu mereka mencapai tahap tumbuh kembangnya.

Menyusun eskrim hijaiyah sesuai urutan pola warnanya

Jika anak sudah mulai terbiasa mengelompokkan benda dengan warna yang sama, cobalah memberikan tantangan pada anak agar mereka menyusun es krim hijaiyah dengan pola warna tertentu. Misalnya pink – hijau – biru atau kombinasi warna lainnya.

Printable hijaiyah ini sengaja saya buat tanpa harakat agar bisa menjangkau lebih banyak usia untuk memanfaatkannya. Jadi silahkan ayah bunda memberi harakat sendiri sesuai kemampuan anaknya ya.

Selamat mencoba Printable Eskrim Hijaiyah di rumah bersama anak tercinta. Jangan lupa share pengalamannya di kolom komentar atau di instagram dengan menandai akun @educafamilia yaa. 

Semangat belajar berkarya bersama.

Posted on Leave a comment

TPN: Momentum Belajar dan Refleksi Diri Tahunan

Tak terasa ini adalah kali kelima aku mengikuti TPN; Temu Pendidik Nusantara. Mulai dari tahun 2015 hingga 2019. Ada banyak momen istimewa yang terjadi dari tahun ke tahun.

4 Tahun Pertama Sebagai Pembicara TPN

Tergerak semangat untuk belajar aku mengawali keikutsertaan ku di TPN 2015 dengan menjadi pembicara. Sebuah langkah awal yang nekat. Bagaimana tidak? Pengalaman jadi guru baru seupil tapi nekat menerima tantangan jadi pembicara kelas kemerdekaan. Modalnya hanya keinginan belajar menyampaikan gagasan dan berbagi pengalaman belajar. Saat itu temanya tentang melakukan gamifikasi dalam proses belajar. 

 

Di tahun berikutnya, aku memberanikan diri (lagi) untuk tantangan yang lebih besar: menjadi pembicara kelas kompetensi. Durasi lebih panjang dengan luaran yang lebih menantang: menumbuhkan suatu kompetensi pada peserta. Aku masih ingat betul, saat itu aku memfasilitasi kelas kompetensi tentang cara menumbuhkan kreativitas dalam proses pembelajaran. Sekali lagi, ini kenekatan kedua sejak tahun sebelumnya. Guru bawang tapi nekat memfasilitasi proses belajar para guru. Dorongannya? Masih sama..ingin belajar memfasilitasi proses belajar yang lebih kompleks. Oh iya, omong omong di kelas ini aku bertemu dengan sosok guru inspiratif dari Pekalongan: pak Nuno.

TPN 2017. Aku turut serta lagi. Namun kali ini aku ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda. Aku memilih untuk menjadi peserta di kelas kompetensi, kolaborasi dan karier. Kelas kemerdekaan? Aku ikut terlibat sebagai pembicara. Di tahun ini malahan aku satu kelas bersama pak Nuno, sama sama sebagai pembicara. Dengan topik yang sama: gamifikasi dalam pembelajaran.

Di tahun keempat keikutsertaan ku, aku mengikuti TPN. Lagi lagi, berbekal pengalaman menciptakan 11 permainan untuk mendukung pembelajaran, aku tertantang untuk mengajak teman-teman guru belajar bersama bagaimana caranya menciptakan permainan. 

Akhirnya di TPN 2018 Aku mendaftarkan diri sebagai pembicara di kelas kompetensi. Kali ini aku tidak sendirian. Aku berkolaborasi dengan sosok guru yang kutemui 2 tahun sebelumnya: pak Nuno. Kami berdua memandu kelas bersama-sama. Dua duanya sama sama nekat. Kami tidak tahu bagaimana caranya merancang program pelatihan saat itu. Yang kami tahu, kami ingin belajar bersama-sama guru keren dari berbagi penjuru di indonesia melalui kelas kompetensi.

TPN 2019

Tahun berganti, hingga akhirnya Oktober 2019 datang. Itu artinya kesempatan besar untuk belajar dan melakukan refleksi telah tiba. Di tahun ini aku berkesempatan menjadi narasumber untuk 2 kelas yang paling menantang: kelas kompetensi dan kelas karier. 

 Kelas kompetensi nya sangat menantang. Karena aku harus memfasilitasi proses belajar selama 6 jam! Sendirian. Topik bahasannya pun adalah topik yang sangat berbeda dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Di tahun ini aku membawakan modul merancang program blended learning. Padahal kalau dipikir-pikir, aku hanya menerapkan sistem blended learning untuk 1 program pembelajaran saja. Terlebih di tahun ini, aku mengompori para guru untuk menjadi pelatih melalui program pelatihan yang kurancang bersama teman-teman di @sekolah.mu. Hmmm… Nekat memang…

 

Dua Pelajaran Berharga

Dari perjalanan dan pengalaman belajar bersama 5 tahun terkahir bersama para guru inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia ini aku belajar 2 hal penting. 

Pertama. Nekat itu terkadang diperlukan. Memberanikan diri untuk mengambil sebuah tantangan seringkali dibutuhkan jika kita ingin belajar dengan lebih cepat dan optimal. Dalam beragam cara, tantangan yang diambil sepenuh hati, dengan penuh kesadaran membuat kita mau tidak mau melecut diri untuk menembus batas diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Nekat itu terkadang diperlukan. Memberanikan diri untuk mengambil sebuah tantangan seringkali dibutuhkan jika kita ingin belajar dengan lebih cepat dan optimal.
Pak Aye
Guru Pelatih

Saya membayangkan… Seandainya dulu saat TPN pertama saya enggan mengambil tantangan untuk belajar, untuk berbagi, untuk berkontribusi terhadap pendidikan di indonesia, maka saya curiga, saya tidak akan mendapatkan pencapaian seperti saat ini. 
Berkaca dari pengalaman ini, ada banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, ada beragam keterampilan baru yang saya pelajari, ada kompetensi tertentu yang saya tumbuhkan. Tidak cuma itu. Jejaring saya bertambah luas, peluang melakukan kolaborasi dengan lebih banyak pihak terbuka lebar secara signifikan. Dan semua itu mengakselerasi pertumbuhan karir saya sebagai pendidik.

Hal kedua yang saya pelajari dari pengalaman 5 kali mengikuti tpn adalah pentingnya menentukan momen refleksi secara berkala. Dan periode itu perlu dibentuk dari sebuah momentum. Secara tidak sadar, saya telah membuat TPN sebagai momentum melakukan refleksi. Refleksi atas proses belajar yang dialami. Refleksi terhadap pencapaian yang sudah dibuat.

Semua poin pembelajaran yang saya tuliskan di bagian pertama adalah bagian dari hasil refleksi yang kita lakukan. 

Sebagai insan pembelajar, momentum untuk refleksi ini perlu kita tetapkan. Tanpa adanya momentum, tanpa adanya checkpoint, proses belajar kita jadi rentan kehilangan arah. Refleksi yang dilakukan dengan tepat akan membantu kita untuk mengukur proses belajar yang sedang kita jalani. 

Sudah sejauh mana kita belajar? Sudah tepatkah cara belajar kita? Apa yang sudah kita pelajari? Apa proses bekajar berikutnya yang akan kita pilih? Bagaimana kita menilai keberhasilan proses belajar yang sudah kita lewati? 

Saat proses refleksi, bombardir diri kita dengan beragam pertanyaan yang membantu kita menilai diri sendiri dengan lebih jernih, lebih terbuka. Meskipun memang terkadang jawabannya terasa menyakitkan bagi diri sendiri, tak masalah. Justru ketika kita berhasil menerima diri kita, dengan pencapaian proses belajar yang kita lalui, kita bisa lebih banyak belajar.

Hal kedua yang saya pelajari dari pengalaman 5 kali mengikuti tpn adalah pentingnya menentukan momen refleksi secara berkala. 
Pak Aye
Guru Pelatih

Kesimpulannya?

Nekat itu terkadang perlu. Berani mengambil tantangan adalah pilihan yang bisa kita ambil jika kita ingin mengakselerasi proses belajar yang kita lakukan. Dan untuk mengoptimalkan proses belajar itu, kita perlu melakukan refleksi secara berkala.
.
Jadi, apa hasil refleksimu setelah belajar di TPN selama ini? Apa pembelajaran yang didapatkan? Apa langkah yang ingin dilakukan berikutnya?
.
Yuk, ambil tantangan dengan membagikan hasil refleksimu di kolom komentar.
Posted on Leave a comment

6 Aktivitas Seru Mengenalkan Matahari pada Anak

Terkadang mengenalkan sesuatu yang sifatnya konsep pada anak cukup menantang. Mengenalkan konsep matahari misalnya. Kita perlu mengenalkan matahari dengan beragam aktivitas yang dapat memicu rasa ingin tahu dan melatih kemampuan nalar mereka. 

Berikut ini adalah 6 aktivitas yang kami lakukan untuk mengenalkan matahari pada naira dan nizar.

Aktivitas 1 : Read Aloud QS Asy-Syams ayat 1

Saya biasa mengawali aktivitas pekanan Naira dengan membacakan ayat yang berkaitan dengan tema aktivitas. Salah satu buku rujukan yang dipakai saat ini adalah Juz Amma sains. Kali ini Naira belajar tentang matahari dan saya membacakan nyaring ayat dan terjemah QS Asy-Syams ayat 1 dari buku juz Amma sains. Dalam buku ini disertakan juga tulisan yang berkaitan dengan ayat untuk digali makna dan hikmahnya bersama anak.

 

Apakah Naira disuruh menghafal ayatnya? Ngga kok. Yang saya utamakan saat ini adalah Naira memahami bahwa apa yang tertulis dalam Alquran itu dekat dengan kehidupannya.
Bunda Nisa
Pendidik

Setelah membacakan , saya mengajak Naira untuk berdiskusi tentang kira-kira kenapa ya Allah ciptakan matahari? 
Naira bilang kalau gak ada matahari maka Naira dan Nizar gak bisa main dengan leluasa karena gelap (Jawaban khas anak-anak banget 😆), terus jemuran bunda susah keringnya.

Nah, lalu diskusi dilanjut dengan pertanyaan, gimana ya kalau jarak matahari itu sangat dekat dengan bumi? Atau sebaliknya, jarak matahari terlalu jauh dengan bumi? Apa yang akan terjadi?

Dari pertanyaan diatas sebenarnya bunda ingin menegaskan sama Naira kalau Allah memiliki nama Al-Muhaimin yaitu Yang Maha Mengatur. Allah atur matahari di jarak yang sangat tepat, tidak terlalu dekat dengan bumi sehingga makhluk Allah di bumi tidak meleleh karena kepanasan. Sebaliknya Allah atur jarak matahari tidak terlalu jauh dengan bumi, agar makhluk Allah di bumi tidak mengalami kedinginan. Maka diciptakannya matahari adalah salah satu bukti kasih sayang Allah untuk makhlukNya.

Aktivitas 2 : Menggambar bayangan

Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk mengenalkan salah satu sifat matahari yaitu memancarkan sinar.

Bahan yang diperlukan :
  • Mainan anak (saya pakai hewan2 dan Lego)
  • kertas HVS dan spidol
  • Tempat yang terkena paparan cahaya matahari
  • meja untuk alas menggambar

 

Tahapan aktivitas :

  1. Ajak anak untuk bermain diluar rumah
  2. Letakkan meja di tempat yang terkena sinar matahari (saran : lakukan aktivitas di pagi hari)
  3. Simpan kertas HVS diatas meja, lalu letakkan mainan hewan diatas kertas dengan posisi berdiri.
  4. Saat bayangan muncul, jelaskan pada anak bahwa bayangan terjadi karena ada sinar matahari.
  5. Ajak anak untuk menggambar bayangan yang ada di kertas HVS.
  6. Warnai hasil menggambar sesuai kreativitas anak.

Aktivitas 3 : Menanam tumbuhan

Kali ini Naira belajar tentang salah satu manfaat sinar matahari yaitu membantu tanaman untuk tumbuh. Kalau mau lebih kompleks sih bisa sekalian mengenalkan proses fotosintesis. Tapi untuk usia Naira yang masih kurang dari 6 tahun, saya pikir belum perlu belajar fotosintesis.

Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk memberitahu pada Naira bahwa Allah Al-Khaliq telah menciptakan matahari untuk membantu tanaman tumbuh besar lewat sinarnya. Selain itu Naira juga belajar mengamati bahwa untuk menjadi besar tanaman itu tidak sekaligus dan perlu melewati proses seperti mendapat sinar matahari dan disiram air. Sama seperti Naira dan adik-adik yang sekarang masih kecil, suatu saat Allah akan tumbuhkan Naira menjadi dewasa, badannya lebih tinggi dan lebih besar dari sekarang. Tapi untuk jadi tinggi Allah ingin Naira makan makanan yang bergizi supaya sehat, seperti tanaman yang perlu air dan sinar matahari untuk tumbuh. (Lha kok jadi nyambung kesini 😅)

Dari aktivitas ini Naira juga berlatih sabar dengan berusaha menyiram tanaman setiap pagi.

Bahan yang diperlukan :

-Kacang hijau
-Kapas
-2 wadah yang agak tinggi (bisa dengan Aqua gelas)
-air

Tahapan aktivitas :

1. Basahi beberapa kapas dengan air lalu masukkan ke wadah, kapas digunakan sebagai media tanam ya jadi gak perlu banyak-banyak.
2. Simpan 5-1 biji kacang di setiap wadah.
3. Simpan wadah yang berisi biji kacang hijau di tempat yang berbeda, satu di tempat yang terkena sinar matahari, satu lagi di tempat yang gelap.
4. Arahkan anak untuk menyiram tanaman setiap pagi.
5. Ajak anak untuk mengamati apa yang terjadi dengan biji kacang di wadah yang berbeda tempat. Adakah yang berbeda?
6. Diskusikan hasil pengamatan dengan anak. Ingat, penjelasan harus disesuaikan dengan usia anak yan bunda 😊

Aktivitas 4 : Membuat paper blooming sunflower

Ide ini sebetulnya spontan. Hehe. Tapi ternyata Naira terpesona banget pas lihat bunganya mekar di air. Tujuannya sih untuk melatih otot-otot tangan dengan menggunting dan melipat. Naira lumayan anteng pas diajak bikin ini. Boleh banget dicoba bareng anak-anak di rumah..

Bahan yang diperlukan :
  • Gambar bunga matahari / matahari
  • Gunting
  • Air
  • Wadah untuk menampung air
Tahapan aktivitas :
  1. Arahkan anak untuk menggunting gambar matahari yang sudah disediakan
  2. Lipat bagian sisi bunga ke arah tengah (cara melipat lihat di lampiran gambar)
  3. Lalu siapkan air dalam wadah
  4. Letakkan bunga yang sudah dilipat di air, dengan posisi lipatan bunga ada diatas.
  5. Maka akan terlihat bunga matahari yang sedang mekar.

Aktivitas 5 : Mencocokkan huruf besar dan kecil

Belakangan ini Naira lagi senang banget menulis. Tapi dia masih suka bingung menentukan mana huruf besar dan huruf kecil. Nah kemarin bunda coba bikin media sesuai tema untuk ajak Naira mengingat lagi huruf besar dan huruf kecil. Coba buat juga yuk..

Tahapan aktivitas :
  • Gambar matahari berbentuk bulat (ukuran bebas) , lalu tulis di sekeliling sisinya huruf-huruf besar
  • Gambar sinarnya secara terpisah, saya buat bentuk persegi panjang dengan ukuran lebar 1cm dan panjang 8cm (buat sebanyak jumlah huruf), lalu gunting
  • Tulis satu persatu huruf pada setiap ujung sinar matahari yang sudah digunting
  • Ajak anak untuk mencocokkan huruf besar dan huruf kecil dengan menempelkan sinar pada sisi bulat matahari.

Aktivitas 6 : Melatih kemampuan menjemur baju

Bagi kami kemampuan dasar sesederhana menjemur baju perlu dilatih pada anak. Selain untuk menambah keterampilan hidup, anak juga akan belajar tentang tanggung jawab terhadap diri sendiri. Sementara ini saya baru mengajak Naira untuk menjemur pakaiannya sendiri dulu. Kalau dia lagi berbaik hati biasanya minta ditambah sama baju adik-adiknya. Hehe…prinsipnya dalam melatih keterampilan ini harus pelan-pelan, jangan berekspektasi anak akan cepat bisa dalam waktu singkat. Idealnya kita melatih setiap keterampilan minimal satu bulan sampai anak bisa. Kalau ingin anak menjadi terbiasa melakukan keterampilan tersebut, tambah waktu latihannya sampai 3 bulan.

Posted on Leave a comment

Ada Apa Aja di Temu Pendidik Nusantara?

“Hah? Emang guru masih perlu belajar??” 

Kalimat itu yang pertama kali kudengar dari seorang teman ketika aku bercerita tentang komunitas guru belajar, tentang aktivitasku sehari-hari menemani guru belajar.

Memang sekilas terdengarnya agak aneh bagi sebagian orang. Guru yang menjadi panutan anak-anak masih belajar? Padahal bukankah guru itu sudah menguasai semuanya? jadi kenapa perlu belajar lagi? 

Tapi sebenarnya jika kita memahami lebih dalam, justru karena guru itu menjadi panutan murid, maka guru harus belajar. Jika guru tak belajar bagaimana murid-muridnya bisa belajar dan meneladani sang guru? Dan….. ngomong-ngomong… bukankah hanya guru yang belajar yang layak mengajar?

Zaman terus berkembang, tantangan mendidik kian berubah. Sebagai pendidik, kita tak lagi dapat mendidik murid-murid kita dengan cara lama untuk menghadapi tantangan di masa kini.

 

Apa yang dihadapi anak-anak kita di masa depan akan sangat berbeda dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Itulah alasannya, mengapa kita perlu menjadi guru yang terus belajar.
Pak Aye
pendidik

Beruntungnya, saat ini ada sebuah agenda yang patut dihadiri oleh setiap guru yang ingin belajar, membekali diri untuk mendidik murid-murid, anak-anak generasi penerus bangsa. Namanya temu Pendidik Nusantara. Sebuah pertemuan antara pendidik dari berbagai penjuru nusantara. Sebuah pesta belajar untuk seluruh guru di Indonesia.

Di Temu Pendidik Nusantara 2019, seribu guru dari berbagai penjuru akan bertemu, saling belajar, saling berkolaborasi, saling memberi inspirasi untuk membawa spirit perubahan pendidikan di nusantara. Ada 115 kelas yang terdiri dari kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, kelas kolaborasi dan kelas karier.

Kelas Kemerdekaan

Di kelas kemerdekaan, guru akan berbagi praktik baik pengajaran kepada guru lainnya dalam waktu 10 menit.Harapannya guru bisa memodifikasi praktik pengajaran di kelasnya masing-masing

Kelas Kompetensi

Di kelas kompetensi guru akan menumbuhkan kompetensi dalam bidang tertentu. Ada 40 kelas kompetensi dengan beragam topik yang bisa diikuti

Kelas Kolaborasi

Di kelas kolaborasi guru membuat sebuah inisiatif dan mengajak guru lainnya untuk turut berkolaborasi dalam program yang sedang dijalankan. Sudah siap untuk berkolabirasi untuk pendidikan di Indonesia?

Kelas Karier

Dengan belajar dari bagaimana guru mengembangkan kariernya kita bisa belajar dan mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan karier kita.

Mari Belajar Bersama!
Inilah sebagian kelas yang bisa diikuti

Itu cuma sebagian kelas yang ada. Masih ada 44 kelas kemerdekaan yang membahas lebih dari 160 praktik pengajaran, 42 kelas kompetensi, 25 kelas kolaborasi dan 4 kelas karier yang bisa diikuti.

Yuk intip semua kelas yang ada di Temu Pendidik Nusantara 2019. Klik tombol di bawah ini untuk mencari tahu.

Posted on 3 Comments

Big Siblings Blues: Mengatasi Sindrom Kakak Baru

Saya tidak akan pernah lupa, bagaimana reaksi Naira ketika saya melahirkan Nizar, anak kedua saya dan adik pertama bagi Naira. 

Saat itu Naira baru saja genap 3 tahun. Banyak orang bilang usia Naira sudah cukup untuk memiliki adik. Kami pikir ada benarnya juga, sepertinya Naira akan senang jika punya adik baru. Bukankah dengan itu rumah akan menjadi lebih ramai dan Naira jadi punya “someone to play with”? 

Hmm…saat itu, membayangkannya saja sudah membahagiakan 🙂

Seperti kebanyakan orang tua lain yang berencana menambah anak, kami berusaha untuk menyiapkan banyak hal. Disamping kesiapan kami sebagai orang tua, kami juga harus memperhatikan kondisi psikologis Naira untuk menyambut kedatangan adik barunya. 

Persiapan dimulai dengan banyak bercerita tentang adek bayi, karena Naira ini tipikal auditori maka untuk memberinya suatu pemahaman akan lebih mudah jika disampaikan dengan penuturan cerita. Lanjut dengan silaturahim ke rumah tetangga yang baru melahirkan. Harapannya ketika adeknya nanti sudah lahir, Naira tidak lagi kaget melihat adek bayi yang belum bisa melakukan banyak hal. Lalu tidak lupa kami juga melakukan pretend play (bermain peran) entah dengan media boneka-boneka Naira atau saya pura-pura menjadi kakak dan Naira jadi bayinya. Hehe..overall kami menikmati bersama proses persiapan menyambut adek bayi ini. Sekilas saya menangkap bahwa Naira sudah siap menjadi kakak. 

 Sampai waktu melahirkan adiknya tiba, Naira terlihat sangat gugup setelah saya bilang kalau sebentar lagi adiknya lahir. Saya pikir hal itu wajar, orang dewasa pun akan gugup jika menghadapi kondisi baru dalam kehidupannya. Saya dan ayahnya mencoba menenangkan Naira, mengalihkan fokusnya untuk bermain di playground dulu.

Qadarullah saat itu kami sedang merantau, baik orangtua dan mertua tidak ada yang bisa mendampingi proses persalinan saya. Praktis kami sempat kebingungan siapa yang bisa menjaga Naira saat persalinan berlangsung, karena Ayahnya juga ingin mendampingi saya di ruang persalinan. 

Tapi akhirnya ada seorang teman yang berbaik hati menawarkan diri menjaga Naira dan beruntungnya Naira pun mau dititipkan. 

Anehnya begitu dititipkan Naira tiba-tiba demam tinggi. Dalam hati ada perasaan khawatir Naira kenapa-kenapa, tapi pembukaan saya sudah lengkap. Saya pun hanya bisa berdoa, dan meyakinkan diri bahwa Naira akan baik-baik saja dengan Bu Rima dan Bu Hilda sementara saya fokus dengan proses persalinan yang ada di depan mata.

Jeda 20 menit kemudian tepat sebelum adzan magrib berkumandang, lahirlah adiknya Naira, disambut dengan demam Naira yang tiba-tiba turun. Alhamdulillah, lega sekali rasanya. Naira terlihat senang melihat adeknya sudah lahir. Namun menjelang malam hari, Naira mendadak tidak mau dekat-dekat dengan saya. Dia lebih memilih untuk bersama ayahnya. Sekitar jam 01.00 Naira yang biasanya jarang mengigau, tiba-tiba mengigau disusul tantrum yang sulit diredakan. 

Saat itu sebagai ibu, naluri saya merasa ada yang membuat Naira tidak nyaman. Dan baru saya sadar kalau demamnya, penolakannya untuk dekat dengan saya, dan mengigaunya di malam hari adalah gejala dari big Sibling blues atau sindrom yang dialami seorang anak saat menjadi kakak baru.

Ternyata bukan hanya seorang ibu yang mengalami sindrom setelah melahirkan. Tapi seorang anak juga bisa mengalami sindrom yang mempengaruhi psikologis mereka saat memiliki adik baru.

Apa itu Big Sibling Blues?

Big sibling blues adalah sebutan untuk kondisi dimana anak kaget, tidak siap, dan tertekan dengan kehadiran saudara baru di keluarganya. Anak berpikir jika kehadiran keluarga baru atau adik akan mengambil semua perhatian orangtua darinya. Anak akan berpikir orangtuanya tidak akan lagi menyayangi dan mencintainya.

Apa penyebab Big Sibling Blues?

Big sibling blues biasanya terjadi saat anak merasa tidak dipedulikan oleh orangtuanya, karena ayah dan ibunya sibuk mengurus sang adik yang baru lahir. Hal ini wajar, karena anak-anak belum mengerti konsep bersaudara, konsep bersaudara baru mereka pahami dari proses belajar. 

Bagaimana Reaksi Anak Ketika Mengalami Big Sibling Blues?

Separation Anxiety

Anak mengalami kecemasan berpisah dengan ibunya (separation anxiety) sehingga kehadiran adik membuatnya merasa tidak nyaman, terancam dan menakutkan yang menyebabkan anak lebih posesif terhdap ibunya.

Withdrawal (menarik diri)

Withdrawal yaitu anak menarik diri. Anak menunjukkan sikap murung, berubah menjadi pendiam dan lebih sensitif. Ia menjadi mudah menangis karena hal sepele.

Cemburu pada adik

Anak merasa cemburu kepada adiknya. Ia melihat adik sebagai penyebab hilangnya perhatian dan kasih sayang orangtua. kecemburuan itu bisa ditunjukkan secara terbuka bisa juga tidak.

Anger Instead

Anger instead (pengalihan kemarahan) selain menunjukkan kecemburuannya secara terbuka, sebagian anak menunjukkannya secara tersembunyi. Ia cenderung mengalihkan rasa cemburu yang tengah dirasakan.

Bentuk anger Instead yang biasa muncul :

  1. Sabotase bisa berupa menyembunyikan popok adik
  2. Sakit fisik bisa berupa badannya memang benar-benar sakit atau pura-pura sakit demi mendapatkan simpati.
  3. Monologuing (perilaku ngomel sendiri).
  4. Agresi pasif merupakan kemarahan yang tidak diekspresikan secara langsung kepada adik atau ibunya, contohnya ngambek atau tantrum.
  5. displacement anak; mengalihkan rasa cemburu atau kemarahan itu pada benda-benda.  Ia jadi senang membanting sendok, gelas maupun pintu.
  6. Regressive behaviour (perilaku regresif) yaitu kemunduran kemampuan, anak ingin diperlakukan kembali seperti bayi karena ia melihat bahwa bayi lebih disayangi.

Big Sibling blues apabila tidak ditangani dengan baik maka akan memicu tumbuhnya perilaku persaingan antar kakak dan adik di kemudian hari. Meskipun big sibling blues ini termasuk masa yang cukup sulit dilalui seorang anak, tapi inilah saatnya untuk memberikan pemahaman dan perhatian yang efektif tentang konsep bersaudara pada anak kita. 

Ada dua hal yang perlu kita perhatikan dalam mengatasi sindrom big sibling blues:

  1. Bagaimana kita menyikapi diri sendiri
  2. Bagaimana kita mengatasi perilaku anak

Bagaimana menyikapi diri sendiri saat menghadapi big sibling blues

  1. Tetap tenang,
    sadari bahwa being jealous is normal for all firstborns. Berapapun usia mereka. Coba bayangkan bagaimana rasanya jika perhatian seseorang yang sangat kita sayang tiba-tiba terbagi karena kehadiran orang baru? Sesak? Tidak nyaman? Sedih? Ingin marah? Kurang lebih seperti itulah yang tengah dirasakan sulung kita.
  2. Meminta bantuan pasangan
    untuk saling membantu dalam urusan pekerjaan domestik dan menjaga anak. Karena ada saatnya dimana kita akan kewalahan mengurusi berbagai amanah rumah tangga sekaligus memenuhi kebutuhan fisik dan psikis anak-anak. Jika tidak memungkinkan, jangan sungkan untuk meminta bantuan keluarga terdekat, atau mendatangkan ART agar perhatian kita bisa fokus pada anak-anak. Meminta bantuan bukan kelemahan kok, tapi bentuk ikhtiar kita agar tetap optimal dalam menjaga amanah dari Allah.
  3. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan diri yaa bunda.
    Karena masa transisi ini adalah fase yang cukup sulit menurut saya dan suami. Selain asupan fisik, kita juga harus menjaga asupan mental kita. Jangan terlalu memperdulikan komentar orang lain yang tidak membantu, misalkan “Anak masih kecil gini kok tega sih udah dikasih adik lagi?”. Cukup kasih senyum aja, dan fokuskan energi untuk hal-hal yang jauh lebih penting.
  4. Banyak berdoa
    agar diberi kelapangan hati untuk bisa melalui tantangan ini dengan hati dan pikiran yang jernih.

8 Tips Menghadapi Anak dengan Sindrom Big Sibling Blues

Nah, itu dia 8 tips mengatasi sindrom kakak baru (big siblings blues) versi saya.

Saya yakin, setiap orangtua pasti memiliki pengalaman dan trik nya sendiri untuk mengatasi sindrom kakak baru. Yuk, bagikan pengalaman Anda di komentar tulisan berikut ini. Sedikit pengalaman Anda akan berarti untuk orangtua lainnya.

Sumber : Adhim, Mohammad Fauzil. 2013. Segenggam Iman untuk Anak. Yogyakarta. Pro-U Media.

Posted on Leave a comment

Edutrip #2: Belajar Bermain Peran di Joy n Fun BEC

Sebagai keluarga yang sedang belajar mengadopsi pola Home Schooling kami seringkali menemukan tantangan dalam memilih aktivitas belajar untuk anak-anak kami: Naira (5 th), Nizar (2 th), Naufal (10 bulan). Mengapa? Karena kami perlu menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang mereka masing-masing. Jika bisa dilakukan di tempat dan waktu yang bersamaan tentu akan sangat memudahkan.
.
Oleh karena itu, muncullah ide untuk melakukan #EduTrip: program belajar yang dikemas dalam bentuk ‘jalan-jalan’ atau ‘piknik’ atau apapun lah namanya. Yang sekiranya bisa membuat anak-anak senang dan ayah bundanya tenang :p
.
Di #edutrip kali ini, kami memutuskan untuk berkunjung ke salah satu tempat bermain anak (play ground) Joy n Fun yang bertempat di gedung Bandung Electronic Center, JL purnawarman lantai 4 sisi gedung sebelah selatan.
.
  •  
.
Arena bermain ini boleh dibilang cukup lengkap. Ada beragam aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak, seperti: 
  1. Bermain sepeda
  2. Bermain balok busa
  3. Bermain balok Lego raksasa
  4. Mandi bola
  5. Trampolin
  6. Beragam komidi putar
  7. Papan pin
  8. Dinding kain
  9. Bermain pasir kinetik
  10. Kolam pasir laut
  11. Wall climbing
  12. Permainan halang rintang dan
  13. Bermain peran beragam profesi
 
Dan semua permainan yang ada di sana mengusung konsep open play, dimana anak bisa bermain tanpa dibatasi peraturan tertentu. Mereka bisa mengeksplorasi setiap permainan sekehendak mereka, sesuai imajinasi mereka. 
.
Diantara semua permainan itu, ada satu permainan yang sangat kami suka dari Joy n Fun: permainan peran. Ada 7 kios mini yang merepresentasikan 7 peran profesi yang berbeda-beda: pasar (pedagang), klinik (dokter), pemadam kebakaran, kantor polisi (polisi/polwan), arena tembak (Tentara), food truck (koki) dan kedai makanan (koki).

Setiap kios dilengkapi dengan perlengkapan yang menunjang atau berkaitan dengan profesinya. Seperti misalnya klinik. Dengan beragam perlengkapan seperti stetoskop, senter, termometer, bahkan hingga jas dokter. Jadilah akhirnya Naira berperan menjadi dokter dengan semua perlengkapan itu. Pasiennya? Ya siapa lagi klo bukan adek nya 

Beda sama Aa, yang sedari awal udah anteng sama semua bahan belanjaan dan makanannya. Mulai dari memilih bahan, dibawa ke dapur sampe bikin masakannya. Semuanya dijalani sepenuh hati. Kami pun jadi curiga, jangan jangan kelak dia jadi chef handal? Baguslah. Jadi bapak ibunya bisa makan enak tanpa repot pergi ke mana-mana. 
.
Yang jelas, anak-anak betah banget main di sini. Mereka dapat dengan bebas berpindah dari satu tempat bermain ke tempat lainnya dan mengeksplorasi semua yang ada di sana sepuasnya. Serasa ga ada bosen-bosennya. Jadi wajar aja klo kami tiba di sana sekitar ba’da dzuhur (sekitar jam 1) dan baru keluar dari arena bermain saat menjelang maghrib (sekitar pukul 6). 
.
Ketika bermain di Fun n Play sebenarnya bukan cuma mereka yang diuntungkan, kami sebagai orangtua kami juga diuntungkan. Karena selama anak-anak bermain kami dapat menikmati quality time berdua tanpa harus cemas. Safety di tempat ini sangat diperhatikan. Tidak ada sudut-sudut benda yang runcing, besi-besi arena bermain dilengkapi busa pengaman, matt/alas tempat bermain yang terbuat dari karet tebal, dan tidak ada mainan yang ukurannya kecil sehingga tidak perlu khawatir ada resiko tertelan oleh balita. 
.
Oh iya, satu hal yang saya juga suka dari wahana bermain ini, kebersihannya terjaga. Ada petugas yang selalu membersihkan arena bermain ini secara berkala. Bahkan secara rutin dibersihkan menggunakan desinfektan untuk mengurangi resiko anak terkontaminasi bakteri.

Overall kami memberikan rating 9/10 untuk wahana bermain ini. Benefit nya jauh lebih banyak dibandingkan kerugiannya. Meskipun kita harus merogoh kocek Rp60.000 per anak untuk bermain sepuasnya (di weekday), tapi rasanya semua itu worth-it (sepadan) dengan pengalaman bermain yang didapatkan.

Melalui wahana bermain ini banyak stimulasi yang bisa anak peroleh. Mulai dari kemampuan sensori, kemampuan motorik halus maupun kasar, kemampuan observasi, kemampuan sosial, empati, kemandirian, aktualisasi diri (melalui bermain peran) semuanya bisa dilatih di Joy n Fun. Eits, tapi ini bukan promosi ya. Kami ga dibayar kok untuk ini. Hanya review dari bapak-bapak dan emak-emak pemburu tempat belajar anak. 

Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa di #EduTrip berikutnya.
Informasi selengkapnya tentang review dan wahana bisa dilihat (di video) di bawah ini ya.
Nama tempat: Joy n Fun
Lokasi: Lantai 3 BEC, gedung bagian selatan (dekat food court, sebelah Toys Kingdom). https://goo.gl/maps/CPcjdhe4JzbujGpc6 
Harga tiket masuk: 
  • Weekday: Rp40.000 (1 jam/anak), Rp 60.000 (sepuasnya/anak)
  • Weekend (sabtu/minggu): Rp 60.000 (1 jam/anak), Rp 80.000 (sepuasnya/anak)
Posted on Leave a comment

Science Play Day Educa Familia #1

Ada rencana beraktivitas apa bersama keluarga di akhir pekan ini?
Gimana klo ikut beraktivitas bersama keluarga Educa Familia di Science Play Day #1?

Di Science Play day pertama ini, kita akan belajar tentang bagaimana cara kerja roket, kendaraan yang dapat membawa manusia ke luar angkasa!
Kita akan bermain roket balon, roket tiup dan roket luncur.

Yuk catet waktu dan tanggal nya!

Hari/tgl: Sabtu, 5 Oktober 2019
Waktu: 09.00 s/d 11.00
Lokasi: Perpustakaan The Green City View, Jl. Jatihandap KM 02, Kec. Mandalawangi, Kota Bandung (Klik di sini untuk mengetahui lokasi di google map)

Tiket : Rp 10.000/anak

Fasilitas:

  • Setiap anak akan mendapatkan permainan roket untuk dibawa pulang.
  • Air minum (silakan bawa tumblr sendiri)
  • Snack
  • Baca buku gratis di ruang baca Green City View

Yuk! Daftar sekarang juga dan amankan tempatnya.
Hanya untuk 15 anak saja. Klik di sini atau secara manual ketik http://bit.ly/DaftarPlayDayEducaFamilia di browser Anda.

Sampai jumpa di play day!
Mari Belajar, Berkarya, Bersama-sama.

Salam Educa!

Posted on Leave a comment

Rumah Karet dan Jembatan Lego

Tujuan aktivitas:

– Melatih kemampuan problem solving
– Melatih kekuatan otot tangan
– Menambah rentang konsentrasi anak

Tahapan aktivitas:

Aktivitas 1, Rumah

  • Arahkan anak untuk membuat Pola rumah dengan menusukkan push pin para corkboard
  • Beri anak beberapa ikat rambut atau karet warna warni
  • Latih anak untuk mengaitkan karet antar push pin yang sudah dipola berbentuk rumah

Aktivitas 2, Membuat jembatan

  • Siapkan satu lembar kertas kosong, lalu gambar aliran sungai sepanjang kertas
  • Ceritakan pada anak bahwa ada hewan-hewan Yang Akan melewati sungai tersebut. Tapi mereka kesulitan untuk menyeberang Karena tidal ada jembatan. Bisakah Kita Bantu buatkan jembatan?
  • Dampingi anak untuk mengukur lebar sungai
  • Bangun sebuah jembatan dari Lego
  • Beri kesempatan pada anak untuk mendesain jembatan nya sendiri
  • Apresiasi basil karya anak
Posted on Leave a comment

Peta Rumahku

Belakangan ini naira sering sekali bermain di luar rumah. Kadang-kadang naira meminta izin untuk pergi ke rumah temannya yang berjarak 3 rumah dari rumah kami. Karena kami ada kekhawatiran naira tersesat, maka kami coba berinisiatif mengajak naira membuat peta rumah.

Yaa… paling tidak nantinya naira juga bisa tau ada siapa saja di sekitar rumahnya. Berikut detil aktivitasnya.

Tujuan aktivitas:
– Melatih kemampuan menggambar
– Mengulang tentang arah kanan dan kiri
– Mengenal arah utara, selatan, barat, timur
– Mengingat alamat rumah Educa Familia

Bahan
– Kertas gambar uk A3
– pensil/spidol
– Penghapus
– Penggaris
– Krayon

Tahapan aktivitas:
– Diskusikan dengan anak tentang denah rumah kita
– Ajak anak untuk mengingat jalan menuju rumah
– Tanyakan pada anak, ada berapa belokan jalan menuju rumah dari gerbang komplek? Ke arah mana saja?
– Sampaikan pada anak bahwa selain arah kanan dan kiri, kita juga akan mengenal arah utara, selatan, barat, timur
– Beritahu anak alamat lengkap rumah kita, lalu ajak anak untuk mengingatnya.