Posted on 2 Comments

Printable : TV Putar Waktu Shalat

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan

(QS. Al Baqoroh : 110)

Shalat bagi Naira adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu, Iyaa…karena setiap waktu shalat tiba artinya dia bisa ikut Ayah jalan ke masjid. Awalnya Ayah agak risih ajak Naira ke masjid, karena khawatir Naira jadi berpikir kalau shaf putra & putri boleh dicampur. Tapi setelah menimbang, kami melihat momen ini bisa dijadikan kesempatan untuk mengajarkan banyak hal tentang shalat pada Naira mulai dari memberi tahu keutamaan shalat diawal waktu, melatihnya bergegas untuk siap-siap shalat saat adzan berkumandang, mengenalkan shalat berjamaah, adab-adab di masjid, dll. Akhirnya kami membolehkan Naira untuk ikut ayah ke masjid dengan beberapa syarat 

Adakah disini yang sedang mengenalkan waktu  shalat pada anaknya juga? Bagi anak usia dini, waktu memang merupakan sesuatu yang abstrak. Orang tua perlu sekali  untuk mengetahui bagaimana tahapan yang harus dilalui agar anak tidak kebingungan saat mengenal konsep waktu. Dilansir dari website Sahabat Keluarga Kemdikbud, setidaknya ada 4 tahapan pada anak saat mengenal waktu. Apa saja itu?

Jika dilihat dari proses diatas, maka anak usia dini ada di tahapan pertama yaitu tahap sensori-motor dimana anak akan lebih mudah mengenali waktu dengan sesuatu yang bisa ia rasakan melalui panca inderanya. Nah, untuk memudahkan proses belajar Naira dalam mengenal waktu shalat, kami terinsipirasi untuk membuat suatu media belajar anak. Dan jadilah printable TV Putar : Waktu Shalat. Silahkan unduh pada link dibawah ini ya bunda. Semoga bermanfaat

Posted on Leave a comment

Jurnal Syukur Naira

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu..” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Nikmat apa yang paling pertama kita rasakan saat diri diliputi rasa syukur? Saya yakin, banyak sekali cara Allah menambah nikmat untuk setiap hambanya. Tapi, ada satu hal yang selalu mengiringi setiap syukur yang terungkap. Ya..nikmat ketika Allah karuniakan hati yang tenang, dan kondisi hati yang tenang ini akan saaangat mempengaruhi sikap kita dalam menjalani kehidupan. MasyaAllah…

Rasa syukur yang terus bertumbuh tidak serta merta tersemai dalam diri seseorang. Maka menanamkan syukur menjadi salah satu hal yang sangat mendasar dalam mendampingi perkembangan jiwa anak. Hati tenang yang dipenuhi rasa syukur akan mengantarkan seorang anak untuk memiliki konsep diri yang baik seiring proses tumbuh kembangnya. Mengapa? Karena syukur mengajarkan anak untuk selalu menjaga prasangka baiknya atas setiap kejadian yang Allah takdirkan pada dirinya, sehingga ia mampu menerima dirinya secara positif.

Bagaimana menanamkan rasa syukur untuk anak usia balita? Tentu akan ada tantangannya tersendiri..tapi setidaknya kita bisa melatihnya bersyukur melalui hal-hal sederhana yang paling dekat dengan dirinya 😇

Ramadhan lalu bunda & Naira membuat jurnal syukur untuk proyek #PesantrenRamadhan_Kids . Sebelumnya bunda menyediakan banyak potongan gambar dari majalah-majalah anak yang sudah rusak kondisinya, lalu Naira diberi kesempatan untuk memilih gambar mana saja yang Naira suka untuk ditempel di jurnal syukur. Di sela-sela membuat jurnal syukur bunda ajak ngobrol Naira,

B : “Kakak, pohonnya bagus ya, siapa kak yang ciptakan pohon?”

N : “Allah, bunda..”

B : “Betuuul..kak, kalau kakak Allah kasih nikmat atau suatu kebaikan kita harus bilang apa sama Allah kak?”

N : “Alhamdulillah, thank you Allah..”

B : “Alhamdulillah…alhamdulillah itu ucapan syukur kak, semakin banyak kita bersyukur, semakin sayang Allah sama kita..kalau Allah sudah sayang, semua yang Naira butuhkan nanti Allah berikan, InsyaAllah..”

N : “Kalau Naira bilang alhamdulillah, Allah kasih eskrim ga buat Naira?” 😂

B : “Hehe, InsyaAllah ya, nak..”

Isi jurnal syukur Naira

Salah satu anugerah yang harus kita berikan kepada anak, ungkap Ustadz @fauzhiladhim, adalah membangkitkan kecenderungan hati anak untuk senantiasa bersyukur. Kita Dorong mereka untuk merasakan setiap kesempatan sebagai karunia Allah ta’ala sehingga ungkapan hamdalah selalu punya makna yang mendalam pada kehidupan anak. Kita perdengarkan di telinga mereka nikmat Allah ‘Azza wa Jalla dengan sering menyebut-nyebut nikmat-Nya di hadapan mereka, sebagaimana Allah ta’ala perintahkan…

“Dan terhadap nikmat dari Rabb-mu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya.”

Ah.., ini pe-er besar untuk ayah bunda sebelum mendidik anak-anak, melatih diri menjadi hamba yang penuh syukur dalam memaknai kehidupan. Semoga Allah mampukan jadi teladan 😇

Setelah bikin jurnal syukur Naira, bunda jadi terinspirasi bikin jurnal syukur untuk diri sendiri. Ada yang mau ikutan? *nyaritemenbiarsemangat 😍

Posted on 1 Comment

Latih Kemampuan Anak Bermain Peran dengan 20+ Boneka Kertas Buatan Sendiri

Saat anak-anak sudah memasuki usia 24 bulan, mereka sudah mulai dapat mengenali peran setiap orang. Sebagai implikasinya mereka akan mengamati serta mulai menirukan peran ibu/ayah/siapapun yang ia lihat. 

Memiliki kemampuan dalam bermain peran sangatlah penting bagi anak-anak kita. Dengan bermain peran anak-anak belajar bagaimana cara bertindak sesuai dengan suatu peran. 

Salah satu stimulus/rangsangan agar kemampuan anak bermain peran dapat meningkat maka dibutuhkan sarana bermain peran yang tepat. Seperti misalnya adalah boneka. Meskipun bermain peran menggunakan boneka sangat bermanfaat (khususnya bagi anak perempuan) sayangnya bagi beberapa keluarga mengalami kesulitan membeli boneka dengan harga yang fantastis.

Sebagai solusinya, kami mencoba mengumpulkan beberapa template boneka kertas dari berbagai sumber. Berikut ini adalah template boneka kertas yang dapat Anda unduh, cetak dan mainkan bersama buah hati Anda.

Unduh Boneka Kertas

Posted on Leave a comment

Mengenalkan konsep angka pada batita 2 tahun

Akhir akhir ini Naira semakin akrab dengan angka. Meskipun baru bisa satu dua dan tiga.
.
Biar lebih akrab, kami coba lakukan aktivitas ini. Lumayan, Naira bs belajar angka satu dua tiga dan matahari sambil melatih kemampuan motorik kasarnya.

***

MELOMPAT MATAHARI
alat:
– kertas (banyaknya disesuaikan)
– area aktivitas (diutamakan yg ada paving blok atau pijakan)
– krayon/spidol/media lain
– klo ga mau ribet bikin gambar matahari bs langsung unduh printable nya di tautan ini: http://bit.ly/EF01MM

Cara bermain:
– sediakan kertas lalu beri hambar matahari
– atau print printable diatas
– letakkan kertas bergambar matahari di paving blok
– ajak anak melompat ke atas paving sambil berteriak ‘satu matahari’, ‘dua matahari’, ‘tiga matahari’ sesuai dengan jumlah matahari di kertas


***

Selamat bermain!