Posted on Leave a comment

Menentukan Topik Qur’an Journaling

Sebelum membaca tulisan ini, saya sarankan teman-teman untuk membaca terlebih dulu dua tulisan sebelumnya Me Time dengan Qur’an Journaling dan Persiapan Sebelum Qur’an Journaling yaa. InsyaAllah tulisan ini akan menyampaikan cara memilih topik untuk membuat QJ.

Kalau kita merasa bingung harus mulai dari ayat mana saat membuat Qur’an Journaling, kita bisa mencoba 5 cara dibawah ini.

  • Mulai dari ayat yang sudah kita hafal atau surah yang memiliki keutamaan seperti Al-Fatihah. Memahami ayat yang sudah dihafal akan sangat membantu kita untuk bisa mengamalkan keutamaan dari ayat yang ditadaburi sehingga  InsyaAllah dengan tafik dari Allah kita bisa lebih khusyu dalam shalat.

  • Mulai dari ayat favorit. Pasti kamu punya ayat favorit kan? Bisa jadi ayat ini adalah ayat yang paling menggugah hati atau kita jadikan pegangan hidup. Mulailah menulis QJ dari ayat tersebut, ayat yang memiliki keterikatan hati biasanya akan mendorong kita untuk memiliki keinginan yang kuat dalam merenungi sekaligus mengamalkannya.

  • Fokus dan berurutan. Untuk seseorang yang memiliki cara belajar lebih terstuktur memilih ayat dengan cara terfokus dapat membantumu untuk bisa memahami suatu ayat dengan lebih utuh. Misal kamu sedang ingin belajar surah Al-Mulk, maka setiap hari atau setiap pekan kamu mempelajari dan membuat QJ surah Al-Mulk secara berurutan dari ayat pertama hingga akhir, atau bisa juga memulai dari surah-surah pendek.

  • Random. Mungkin pernah saat membaca Al-Qur’an kita menemukan satu ayat yang menarik nih, rasanya gue banget dan pas dengan kondisi yang lagi dihadapi. Lalu hati kamu tergerak untuk mempelajarinya lebih dalam dan ingin merekam kenanganmu dengan ayat itu dalam Qur’an Jurnal.

  •  Tematik. misal akhir-akhir ini kamu merasa sering tidak bisa mengontrol emosi, terkesan mudah melampiaskan marah dan sulit mengendalikan diri. Kamu ingin berubah. Lalu kamu pun berusaha mencari ayat-ayat yang memiliki topik yang sama yaitu tentang kisah-kisah orang yang sabar dalam Al-Qur’an. Buatlah QJ sebagai upaya untuk menenangkan diri.

Alhamdulillah, kita sudah belajar beberapa persiapan sebelum memulai QJ. InsyaAllah di tulisan selanjutnya saya akan menyampaikan step by step tadabbur Qur’an. 

Akan lebih baik jika teman-teman mencoba dulu setiap tahapan yang sudah dipelajari sebelum melanjutkan ke tulisan selanjutnya. Barakallahu fiik. Selamat mencoba 🙂

Posted on Leave a comment

Me Time dengan Qur’an Journaling

Al-Qur’an sepenuhnya adalah ilmu yang didalamnya terkandung banyak hikmah, Allah turunkan Al-Qur’an untuk menemani dan menjadi petunjuk bagi kita dalam menjalani kehidupan.

Jika hati kita saat ini sedang mencari cara agar dapat berinteraksi dengan Al-Qur’an secara mendalam, bagaimana agar bisa terhubung kembali dengan Al-Qur’an, bagaimana agar bacaan Qur’anmu tidak sebatas di lisan tapi juga punya impact dalam kehidupan, mungkin inilah saatnya bagi kita untuk mengenal Qur’an Journaling.

APA ITU QUR’AN JOURNALING?

Sebagian dari kita mungkin tidak asing lagi dengan aktivitas journaling. Bahkan bisa jadi sudah terbiasa melakukannya. Berbeda dengan catatan biasa yang sifatnya hanya mencatat informasi-informasi penting saja, journaling punya tujuan yang lebih spesifik. Termasuk Qur’an Journaling.

Sederhananya, Quran Journaling adalah aktivitas mencatat berbagai momen yang kita rasakan saat membaca Qur’an dengan memaknai dan memahami ayatnya, merefleksikannya dalam kehidupan kita, mengambil hikmah dari tadabbur yang dilakukan, kemudian mengikat semuanya dalam jurnal pribadi kita. Tujuannya, untuk mendorong kita agar memikirkan dan merenungkan ayat-ayat Allah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan.

Dalam Qur’an Journaling kita bukan hanya sekedar mencatat informasi baru tapi kita juga akan dilatih untuk lebih reflektif, sehingga bukan hanya tangan kita yang aktif tapi hati kita juga terkoneksi dengan ayat Qur’an yang sedang kita refleksikan.

KENAPA HARUS QUR’AN JOURNALING?

  • Saat menafsirkan surah Al-Alaq ayat 4 :

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

“Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.”

As-Sa’di menyampaikan bahwa pena adalah penjaga ilmu yang telah Allah karuniakan untuk menjadi modal kita dalam belajar. Allah mengawali Islam dengan seruan dan ajakan untuk membaca dan menulis, karena di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar. Kalau Allah sudah sampaikan bahwa ada manfaat besar dibalik pena yang digoreskan untuk melestarikan ilmu, masihkah kita ragu untuk memulainya?

  • Rasulullah menganjurkan kita untuk mengabadikan ilmu yang kita dapat dengan menulis.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ

“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434)

Yang dimaksud dengan qayyidul ‘ilma adalah perintah untuk menguatkan dan mengikat agar tidak sampai lepas (dengan menuliskannya). Kekuatan ingatan manusia itu terbatas, jika ilmu hanya didengar maka perlahan ilmu itu akan semakin pudar. Banyak penelitian yang menyampaikan manfaat dari menulis dengan tangan. Menulis bisa melatih fokus dan membantu ingatan menjadi lebih kokoh. Jika semua kelebihan dalam menulis ini kita manfaatkan untuk Al-Qur’an, maka InsyaAllah perlahan Allah beri kemudahan untuk kita bisa mempelajarinya.

QUR’AN JOURNALING SEBAGAI MEDIA SELF HEALING

Ada beberapa momen dalam kehidupan dimana saya merasa sangat kalut saat menghadapi berbagai ujian baik di dalam rumah maupun di luar.

Contoh kecil ketika saya merasa overload dengan amanah rumah tangga, seringkali saya menenangkan diri dan memberi jeda dengan melakukan Qur’an Journaling. Saya coba cari ayat yang topiknya sesuai dengan suasana hati dengan harapan Al-Qur’an bisa menjadi obat yang menenangkan. Saya resapi dan gali hikmah dari ayat tersebut. Lalu saya tuliskan semua yang tengah dirasakan dan hasil refleksi saya dalam Qur’an Journaling.

Qur’an Journaling benar-benar membantu pikiran yang awalnya penuh dan kalut menjadi lebih tenang dan lega. Karena proses menulis dengan tangan membuat otak memproses sesuatu dengan lebih rileks. Saat pikiran rileks maka perasaan dan tindakan akan berjalan dengan lebih baik. Emosi negatif yang terasa perlahan terurai berubah menjadi emosi yang positif atas pertolongan Allah.

Dan yang lebih penting dari semua itu, saya semakin meyakini janji Allah bahwa Al-Qur’an adalah syifaa yang bisa menyembuhkan hati dan raga kita. Maka ketika kita sedih, ketika hati kita tengah mencari semangat, dekatilah Al-Qur’an. Saat kita mencari solusi dari setiap permasalahan kita, kembalilah pada Al-Qur’an. Catatlah setiap insight yang kita temukan dengan Qur’an Journaling agar hasil tadabbur kita semakin terikat kuat dalam ingatan dan hati. 

Lalu bagaimana cara memulai Qur’an Journaling? InsyaAllah di tulisan selanjutnya kita akan belajar cara membuat Quran Journaling dengan cara yang mudah 😊